Tips Merawat Mobil Diesel: Ganti Oli, Memanaskan Mesin, Ganti Filter BBM

Mesin diesel dikenal sebagai mesin yang tangguh diajak perjalanan sampai berhari-hari dan juga mesin ini sangat handal di ajak melewati jalan-jalan ekstrim bahkan dengan muatan yang berat. Karena ketangguhannya mesin diesel kini banyak dibenamkan pada mobil-mobil SUV kelas menengah sampai kelas atas seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Ford Everest, Jeep Wrangler, Nissan Navara, Land Rover, Land Cruiser, Mercedes Benz G Class dan banyak lagi.
Di Indonesia mesin diesel konvensional dibenamkan pada mobil-mobil Taft, Hardtop (land cruiser), Pickup L300, Isuzu Panther, berbagai mobil Truck, bus, dll.
Sedangkan pada mobil-mobil keluaran baru sudah memakai mesin diesel terbaru (common rail dan turbo charger) yang suaranya lebih senyap dan getarannya minim seperti: Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner, Mitsubishi Triton, Hilux, Nissan Navara dan lain sebagainya.
Nah lantas bagaimana sebenarnya perawatan mobil mesin diesel ini, mudah atau sulit? atau apa saja yang perlu diganti secara rutin agar mesin mobil diesel tetap terawat dengan baik?
Perawatan mobil diesel
1. Mengganti oli tiap 5000 Km
Jika pada mobil mesin bensin kita bisa mengganti oli sampai 10 ribu km, tetapi pada mobil diesel mengganti oli setengah dari jarak tempuh mobil bensin, hal ini dilakukan karena kinerja mesin diesel lebih berat daripada mesin bensin.
Ganti oli yang disarankan untuk mobil diesel adalah setiap mobil menempuh jarak 5000 Km, pecinta mobilku.org juga harus tepat dalam memilih spesifikasi oli, bisa dilihat pada buku panduan mobil atau artikel tentang oli mesin diesel
Biasanya untuk oli mesin diesel modern yang sudah common rail dan turbo charger memakai oli yang lebih encer daripada mesin diesel konvensional, misalnya 5w-40 atau 5w-40 atau 10w-30 atau yang lain sesuai permintaan mesin.
2. Mengganti filter BBM tiap lampu indikator BBM menyala
Filter BBM pada mobil mesin diesel sangat penting untuk dijaga, karena jika tidak maka akan mengganggu pembakaran di dalam mesin mobil. Filter BBM ini berfungsi untuk menyaring kotoran dan dan air yang terdapat pada solar, karena biasanya solar mengandung air.
Bahkan pada mobil diesel dibuatkan indikator sendiri terkait filter bahan bakar ini, pada dashboard mobil diesel biasanya terdapat lampu indikator filter solar yang mana lampu indikator ini akan menyala jika filter sudah harus diganti (filter penuh air dan kotoran).
Jika pembaca mobilku.org melihat lampu indikator filter BBM menyala maka secepatnya diganti, karena jika tidak maka filter tidak bisa menyaring air dan kotoran dari solar sehingga solar yang masuk ke ruang bakar tidak bersih dan pembakaran menjadi terhambat dan bisa menimbulkan kerak pada ruang bakar.
3. Pakai solar berkualitas untuk mesin diesel baru
Pada mobil diesel konvensional yang suaranya kasar dan getarannya besar misalnya pada mobil Taft Gt, Taft Kebo, Colt L300, Truck kita masih boleh memakai solar subsidi yang kualitasnya paling bawah. Tetapi untuk mobil-mobil diesel terbaru yang sudah mengadopsi Diesel Common Rail terlebih memakai Turbo Charger tentunya kita harus menyesuaikan BBM yang dipakai, pakailah BBM yang sesuai permintaan mesin yang biasanya memiliki kandungan sulfur lebih sedikit dan nilai cetane lebih tinggi, seperti Dexlite atau Pertamina Dex.
Pemakaian BBM yang tidak sesuai akan menyebabkan pembakaran yang kurang sempurna, selain mobil brebet juga menimbulkan kotoran/ kerak pada ruang bakar.
4. Jangan biarkan tangki BBM kosong
Jika pada mobil mesin bensin tangki BBM kosong tidak masalah, tetapi pada mobil mesin diesel jika sampai tanghi kosong akan menyebabkan masuk angin atau mesin mobil tidak bisa dinyalakan...harus dibuang dulu anginnya.
Nah untuk amannya isilah tangki BBM jika indikator tangki BBM menunjukkan solar tinggal 1/3, atau jarum berada pada 1/3 dari kondisi penuh. Filter solar ini murah kok berkisar 50 ribu sampai 100 ribuan.
5. Ganti filter udara tiap 10 ribu km
Filter udara pada mobil diesel sebaiknya diganti tiap 10 ribu km, filter udara ini memastikan udara yang masuk pada ruang bakar dalam jumlah yang baik dan berkualitas baik pula (bersih), yang membuat pembakaran juga berjalan sempurna.
6. Panaskan mesin sebelum digunakan
Jika pada mobil bensin kita memanaskan mobil cukup 1-2 menit tetapi pada mobil diesel membutuhkan pemanasan mesin yang lebih lama yakni sekitar 10 menit sampai 15 menit, hal ini dilakukan agar suhu mesin benar-benar optimal untuk memperoleh pembakaran yang sempurna. Mesin diesel tidak memakai busi untuk membakar BBM, dia hanya menggunakan tekanan udara dan suhu yang pas agar solar terbakar, oleh karena itu suhu mesin harus benar-benar hangat sebelum digunakan.
7. Jangan langsung matikan mesin saat selesai perjalanan
Hal ini prinsipnya sama dengan memanaskan mesin, mesin diesel butuh didinginkan terlebih dahulu sebelum mesin dimatikan, hal ini terkait suhu mesin diesel yang tinggi saat melakukan perjalanan dan jika berhenti tiba-tiba dimatikan maka komponen dalam mesin diesel akan menyusut (kebalikan memuai) dengan tidak presisi yang menyebabkan kerusakan pada komponen2 tersebut.
Cara mendinginkan mesin diesel setelah dipakai adalah hentikan mobil dan biarkan mesin menyala selama 10-15 menit tanpa diinjak pedal gasnya, setelah 10 menit dan mesin mulai agak dingin maka pembaca mobilku.org bisa mematikan mesin dengan memutar kunci kontak ke arah off
8. Bersihkan injector bahan bakar
Pada mobil diesel membersihkan injector atau istilahnya "purging" harus sering dilakukan, pasalnya biasanya injector akan kotor saat mobil sudah mencapai jarak tertentu atau dipakai sekian ribu kilometer.
Banyak mekanik menyarankan melakukan purging setiap 10 ribu km atau 5000 km juga lebih baik, tetapi biasanya mekanik menyarankan membersihkan injector dilakukan sekalian mengganti filter bahan bakar. Injector yang kotor menyebabkan pengabutan pada BBM tidak sempurna sehingga banyak solar yang terbuang percuma (indikatornya asap hitam dari knalpot), selain itu injector yang kotor juga menyebabkan mobil sulit dihidupkan.
9. Servis mesin tiap 5000 km sekali
Untuk menjaga performa mobil kesayangan anda sebaiknya melakukan service rutin di bengkel, kalau punya uang di bengkel resmi tapi kalau gak punya uang yang banyak ya di bengkel biasa aja. Lakukan tune up mesin diesel setiap 5000 km sekalian mengganti oli mesin.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini