Cara Mengatasi Saat Kecelakaan Sendirian

Kadang-kadang kita berkendara tidak dengan teman, tetapi sendirian yang resikonya lebih besar mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang kita alami bisa saja terjadi di jalanan yang sepi atau gelap di tengah hutan yang jarang sekali orang lewat.
Kecelakaan di tempat sepi sendirian
Kadang-kadang meskipun kita sudah mempersiapkan semuanya dengan baik sebelum perjalanan, tetapi kecelakaan itu masih saja kita alami, nah kali ini mobilku.org akan mengulas tentang bagaimana atau apa yang harus kita lakukan saat mengalami kecelakaan tunggal di jalanan yang sepi (penanganan awal oleh kita sendiri saat kecelakaan):
1. Pertama, Periksa diri kita sendiri
Sesaat kecelakaan yang paling penting kita lakukan adalah mengecek diri sendiri, apakah ada badan yang sakit, terluka, atau bahkan putus. Hal ini penting dilakukan terutama pada pengendara sepeda motor karena seringkali korban tidak merasakan apa-apa (mati rasa) padahal kondisi luka cukup parah.
Lihat tubuh kita, jika ada tubuh yang mati rasa atau tidak bisa bergerak jangan dipaksakan, mencoba bergeraklah dengan bagian tubuh lain. Misalnya kaki kanan terasa linu dan tidak bisa digerakkan maka pakailah tangan dan kaki kiri
2. Menjauhi tempat kecelakaan
Nah ini juga penting, sebisa mungkin bergerak menjauh dari tempat kecelakaan karena ada dua bahaya: pertama, kemungkinan kendaraan terbakar dan kedua kemungkinan tertabrak oleh kendaraan lain dari belakang yang tidak melihat kita dan melintas dengan kecepatan tinggi.
Jika memungkinkan, matikan kontak kendaraan dulu sebelum menjauh dari kendaraan/ lokasi kecelakaan sampai jarak aman misalnya di tepi jalan atau jarak 3 meter dari motor dan 10 meter dari mobil.
3. Jika sanggup dan aman, bangunkan motor
Setelah menjauh beberapa meter dan menunggu beberapa saat sambil mengecek lagi keadaan tubuh kita dan kita memastikan lokasi aman dan kendaraan tidak terbakar/ meledak...maka kita bisa mulai memikirkan untuk menepikan motor agar tidak menyebabkan kecelakaan selanjutnya (beruntun).
Setelah motor sampai di tepi jalan yang aman, coba periksa keadaan motor apakah masih bisa menyala, apakah rem-rem masih berfungsi normal dan bagian apa saja yang tidak berfungsi.
4. Mobil, pasang segitiga pengaman dan nyalakan lampu hazard
Jika kita mengalami kecelakaan sendirian dengan memakai mobil, setelah memastikan kondisi tubuh kita aman dan keadaan sekitar aman maka langkah selanjutnya adalah segera memasang segitiga pengaman di belakang mobil...pasang dengan jarak 20 meter, nah seharusnya setiap mobil memiliki segitiga pengaman, tetapi banyak juga pengemudi yang tidak membawanya.
Jika tidak membawa segitiga pengaman, pecinta otomotif bisa memanfaatkan patahan ranting atau batu bata (bahan apa saja yang bisa dibentuk seperti segitiga) dan susunlah kayu atau ranting atau batu bata tersebut seperti bentuk segitiga... Bentuk segitiga ini adalah bentuk kode bahwa di depan ada keadaan berbahaya dan mobil harap pelan-pelan.
Setelah memasang segitiga pengaman, pecinta otomotif bisa menyalakan lampu hazard, jika tercium bau gas maka segera keluar dari mobil dan jangan nyalakan mobil (tunggu bantuan datang), jika tidak ada bau gas (bensin) maka pembaca mobilku.org bisa menghidupkan mesin mobil dan berusaha meminggirkan mobil untuk mengecek kondisi mobil, menenangkan diri atau menghubungi rekan.
menyalakan saat tercium bau gas bisa menyebabkan mobil terbakar
5. Menelepon kerabat atau teman
Saat keadaan kecelakaan tunggul atau kita sedang sendirian, alangkah baiknya mengabari teman atau sahabat kita atau kerabat kita...hal ini untuk berjaga-jaga jika terjadi apa-apa, menghubungi sahabat atau kerabat juga bermanfaat untuk membantu kita (mereka bisa datang dengan membawa barang/ peralatan yang kita butuhkan).
Oh iya alangkah baiknya kita tidak menghubungi orang tua kita dulu, lebih baik sahabat terlebih dahulu

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini