Ini Bahaya memakai Ban Botak/ Tipis/ Halus

Kondisi ban sangat mempengaruhi keselamatan saat perjalanan jauh. Keadaan ban seperti ban botak/ tipis, ban retak, ban getas, ban benjol dan ban terlalu berumur merupakan penyebab utama timbulnya kecelakaan meskipun tanpa disadari oleh pengemudi. Nah kali ini www.mobilku.org akan mengulas apa sih bahaya ban mobil yang sudah botak atau ban sudah tipis/ halus?
Menjadi Licin saat terkena Genangan Air
Ban botak atau yang sudah kehilangan alur/ coraknya akan mendadak berubah menjadi sangat licin saat melewati jalan aspal yang tergenang air atau saat hujan? alur pada ban sebenarnya ibarat selokan pada jalan, tanpa alur/ selokan pasti saat ada air akan banjir...
Nah sama dengan ban tanpa ada alur maka air akan banjir ke seluruh permukaan ban, akibatnya ada banyak air yang terjebak antara permukaan ban dengan aspal sehingga ban seperti tidak menginjak aspal akan tetapi menginjak air.
Nah saat ban menginjak air maka sebenarnya ban sudah sama sekali tidak memiliki daya cengkram, seperti orang memakai sepatu sky yang bisa meluncur deras di atas air... hal ini dinamakan aquaplaning
Saat terjadi aquaplaning mobil akan melaju tak tentu arah sehingga kita tidak bisa mengendalikan arah mobil, kita juga tidak bisa mengerem/ mengurangi laju mobil saat terjadi hal ini
Kurang baik saat Manuver
Ban yang sudah halus/ tipis/ botak memiliki kualitas pengendalian yang tidak sebaik ban dengan kembang normal, ban botak ini juga tidak memiliki daya cengkram yang baik pada jalanan sedikit berpasir atau jalan aspal sekalipun... akibatnya ban yang halus saat digunakan untuk menikung sering tergelincir karena licin
Jadi kita harus ekstra hati-hati saat ditikungan karena rawan terselip oleh sedikit pasir saja dan mobil kehilangan kendali.
Kemampuan menahan beban berkurang
Pada dasarnya ban berfungsi untuk menahan beban, menahan guncangan dan sebagai salah satu faktor sistem safety mobil. Nah hal ini akan berfungsi dengan baik jika konstruksi ban masih dalam keadaan yang bisa ditoleransi, jika ban botak maka struktur/ desain ban sudah rusak sehingga akan kehilangan daya redam kejut, kekuatan menahan benturan. Ban tipis ini juga mudah sekali bocor terkena paki/ logan kecil saja sudah bocor, kena batu lancip juga bocor
Ban yang halus tidak bisa dipakai menahan beban terlalu besar/ membawa muatan banyak atau terkena benturan seperti batu-batuan... oleh karena itu kita harus hati-hati dalam menghitung beban mobil dan memilih rute yang bebas dari kerikil kecl, pasir, air bahkan kecepatan harus kita jaga agar ban tidak meledak akibat struktur ban yang sudah berubah
Berapa ketebalan minimum ban/ coraknya?
Untuk standar ban dikatakan masih bisa dipakai/ layak pakai adalah jika selokan atau kedalaman saluran air/ corak ban masih diatas 1,5 mm. Jika kedalaman alur ban sudah 1,5 mm atau labih kecil misalnya 1 mm maka ban sudah dikategorikan berbahaya digunakan (ban gundul/ botak). apa lagi ban sudah tidak kelihatan alurnya, wah....
jika alur ban masih sedalam 1,7 atau 1,8 artinya masih cukup baik dari segi alur...akan tetapi pecinta otomotif juga harus mempertimbangkan kondisi ban lainnya misalnya usi abn, getas atau tidak, retak, benjol danlain-lain.
Ganti ban yang dirasa sudah tidak memenuhi syarat keselamatan agar kita selamat, nyawa kita harganya jauh diatas harga sebuah mobil atau hanya sebuah ban broo...

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini