Ini alasan Harley Davidson Indonesia Tutup

Selama ini ATPM Harley Indonesia adalah Mabua Harley Davidson dan Mabua Motor Indonesia, sayangnya per Januari tahun 2016 Mabua sudah melepaskan keagenan tunggal Harley Davidson ini, hal ini diketahui oleh rekan-rekan wartawan karena bocornya dokumen internal PT Mabua ini. Padahal rencananya tanggal 10 Februari 2016 pihak Mabua akan menggelar konferensi pers mengenai tutupnya ATPM Harley Davidson Indonesia ini.
Mabua Harley Davidson adalah ATPM Harley yang ada di kota-kota besar di Indonesia misalnya Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, dll. Selain melayani penjualan Mabua juga melayani purna jual termasuk service dan garansi... Mabua Harley Davidson sudah hampir 20 tahun menjadi ATPM Motor Harley di Indonesia yakni mulai tahun 1997.
Cukup mengejutkan memang beberapa produsen otomotif yang ada di tanah air satu-persatu mengundurkan diri, terlebih produsen asal eropa dan amerika... setelah tahun 2015 kemarin Chevrolet memindahkan pabriknya dari Indonesia, awal 2016 giliran Ford menutup seluruh operasi penjualan sampai purna jual di Indonesia kini giliran Harley Davidson tutup, belum lagi ada salah satu ATPM mobil Abarth Indonesia juga tutup.
Tutupnya berbagai industri otomotif di Indonesia ini memancing www.mobilku.org untuk mencari alasan utama mereka memilih menutup kegiatan operasionalnya di Indonesia, ada beberapa alasan utama yang menyebabkan mereka (terutama Harley Davidson) memilih menutup kegiatannya dan memilih memindahkan ke negara lain:
Pajak yang terlalu tinggi, baru-baru ini memang pemerintah kembali menaikkan pajak bea masuk untuk motor besar. Dikatakan total pajak yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan 1 unit harley davidson kabarnya sampai 300 % dari harga motor,, nah gila gak? dengan dipajaki setinggi ini otomatis harga motor menjadi sangat tinggi jatuhnya sehingga pembeli menjadi kabur..... pasar menjadi sepi
Sebenarnya kemampuan masyarakat indonesia/ daya beli termasuk tinggi untuk kelas harley davidson, akan tetapi jika pajak yang diterapkan sebesar itu tentunya beban masyarakatpun harus menanggung biaya 4 kali lebih besar dari harga aslinya....
Hampir sama dengan kasus tutupnya pabrik GM Indonesia (pabrik perakitan chevrolet spin) dimana pajak yang tinggi tanpa disertai keberpihakan pemerintah menyebabkan pihak General Motors memindahkan pabriknya ke India, Ford juga hengkang dari Indonesia karena pasar yang tak lagi kompetitif untuk produk-produk eropa dan amerika, ketidak kompetitifan pasar ini akibat pajak yang sangat besar.... solusinya mereka mencari negara yang lebih bersahabat untuk memasarkan produknya
sangat disayangkan

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini