Pertalite untuk mobil LCGC "Brio Satya, Agya, Ayla, Wagon R" bisakah?

Mobil LCGC seperti "Honda Brio Satya, Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Karimun Wagon R" seharusnya memakai pertamax, lalu apakah apakah bisa diisi dengan pertalite?
jawabnya bisa saja, akan tetapi tidak direkomendasikan... seperti apakah premium bisa dipakai di mobil LCGC, bisa tapi tidak direkomendasikan karena mesin mobil LCGC rata-rata memiliki rasio kompresi tinggi dan minimum oktan BBM adalah 92 (yang dimiliki oleh pertamax), berikut adalah beberapa rasio kompresi mobil LCGC:
Honda Brio Satya = Rasio Kompresi 10,5 : 1
Daihatsu Ayla = raso kompresi 10 : 1
Toyota Agya = rasio kompresi 10 : 1
Suzuki Karimun Wagon R = rasio kompresi 10 : 1
Nah keempat mobil LCGC tesebut tenyata memiliki rasio kompresi mesin yang tingi yakni 10:1, sedangkan BBM untuk mesin dengan rasio 10:1 minimum adalah pertamax (BBM dengan oktan 92) dan maksimum memakai BBM dengan nilai oktan 110. Jadi untuk mobil LCGC seharusnya diisi dengan pertamax atau yang setara seperti shell super (RON 92), mobil LCGC juga bisa diisi dengan pertamax plus atau yang setara seperti shell super extra (RON 95), yang jelas batas atasnya adalah RON 110 (diatas itu tidak bisa). Jika diluar negri banyak tersedia BBM dengan nilai oktan sampai 100 bahkan lebih, akan tetapi di indonesia sepertinya pertamax plus (95) yang paling tinggi.
Penggunaan Pertalite
lantas bagaimana dengan pertalite?
Pertalite adalah BBM dengan nilai oktan 90 dan hanya cocok dipakai oleh mesin dengan rasio kompresi 9,3:1 atau yang lebih rendah.
Lalu mobil seperti apakah yang memiliki rasio kompresi 9,3:1 atau yang lebih rendah? yakni mobil-mobil keluaran tahun 2000an ke bawah misalnya; Toyota kijang super, kijang extra, kijang kapsul, toyota starlet, suzuki escudo JLX, Honda Civic/ accord generasi 90 an.
Jadi sebenarnya pertalite masih kurang layak untuk mobil-mobil jaman sekarang yang rata-rata memiliki rasio kompresi mesin 9,5:1 ke atas. Jadi solusinya jangan berpindah ke pertalite jika pecinta otomotif terbiasa dengan pertamax.
Akibat memakai pertalite
Lalu apa dampaknya jika memakai BBM dengan kadar oktan dibawah standart? performa mobil menurun untuk pemakaian jangka pendek, terjadi kcocking (pembakaran lebih awal dari waktu yang seharusnya), silinder dan piston akan lebih cepat rusak untuk pemakaian jangka panjang.
Menambah uang Rp. 900 untuk membeli pertamax/ shell super menurut www.mobilku.org tidak terlalu mahal karena selisih harga pertalite dan pertamax hanya 900 rupiah dan manfaatnya mesin menjadi lebih bertenaga, konsumsi bahan bakar lebih irit (hemat), minim biaya perawatan.
Menurut penelitian yang dilakukan di ITB saat menguji pertalite (dimuat di majalah tempo) : konsumsi BBM mobil LCGC memakai BBM pertalite adalah 1:15 atau 1 liter pertalite bisa menempuh jarak 15 km, cukup jauh kami rasa karena konsumsi BBM mobil LCGC jika memakai pertamax bisa 1:20 (1 liter pertamax untuk 20 km).

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini