Kecelakaan di Tol Cipali dan Tips Menghindarinya

Kecelakaan di Tol Cipali sejak dibuka 26 Juni sampai tanggal 8 juli (selama 12 hari sejak dibuka/ diresmikan) sudah mencapai 56 kali kecelakaan, saat artikel ini ditulis Tol Cipali kembali menelan korban dengan 12 orang korban meninggal dunia akibat Bus yang menghantam pagar pembatas dan terguling.
www.mobilku.org sengaja mengangkat Tol cipali karena banyaknya kecelakaan disini sehingga pembaca yang membaca artikel ini bisa berhati-hati saat melewati Tol Cipali ini dan menyiapkan hal-hal yang bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan di sini. Perlu diketahui bahwa Tol Cipali adalah Tol yang baru dibuka tanggal 26 juni 2015 dengan status tol terpanjang di Indonesia dengan panjang 116,7 kilometer.

Analisa Pihak Kepolisian
Analisa dari pihak kepolisian dan beberapa pakar otomotif mengatakan bahwa:
1. Tol cipali yang panjang menimbulkan kelelahan pada pengemudi sehingga konsntrasi menurun.
2. Tol cipali yang masih minim fasilitas (seperti rambu-rambu lalu lintas, rest area dan SPBU) membuat pengemudi kurang bisa istirahat dan menimbulkan kelelahan fisik dan psikis, diharapkan kedepan seiring pembenahan-pembenahan akan lebih banyak fasilitas rest area atau sekedar menghentikan mobil untuk istirahat sejenak.
3. Jalan Tol cipali yang halus dan panjang sering membuat pengemudi terlena dan menyepelekan konsentrasi berkendara
4. Kebiasaan mengemudi diatas kecepatan yang dianjurkan (yakni 100 Km/Jam) membuat resiko kecelakaan meningkat berkali lipat.
5. Kondisi jalan yang masih baru menyebabkan banyak debu dan mengurangi jarak pandang, di jalan ini juga masih banyak aktifitas warga seperti motor yang lewat Tol atau petani yang menyebrang dan anak-anak yang kadang melintas. Diharapkan kecepatan tidak melebihi 100 km/jam agar pengendalian lebih mudah saat terjadi hal-hal diluar dugaan.
Penyebab Utama Kecelakaan di Tol Cipali
jika disarikan dari beberapa pendapat baik dari kepolisian dan pakar maka ada 3 poin yang menjadi penyebab banyaknya kecelakaan di Tol Cipali antara lain:
Kondisi Tol yang masih belum sempurna; minim rambu yang menjadi peringatan, banyak debu yang menghalangi pandangan, minim fasilitas istirahat, masih adanya aktifitas warga di jalan tol
Kondisi Pengemudi yang kelelahan dan hilang konsentrasi; disebabkan oleh panjangnya ruas tol dan juga minimnya persiapan fisik pengemudi
Kebiasaan pengemudi yang ingin cepat sampai; memacu mobil melebihi ambang batas kecepatan yakni 100 km/jam
Tips Menghindari Kecelakaan di Tol Cipali
Sebagai pengemudi kita hanya bisa mempersiapkan diri kita dan kondisi mobil agar siap melewati jalan yang panjang dan melelahkan ini, berikut adalah tips dari www.mobilku.org agar selamat atau terhindar dari kecelakaan di jalan Cipali:
* Persiapan fisik pengemudi;
- sebelum mengemudi maka sehari sebelumnya driver bisa tidur yang cukup untuk menghindari mengantuk di jalan saat mengemudi. Tidur selama 8 jam paling dianjurkan sehari sebelumnya
- menghindari aktifitas berat dan melelahkan sehari sebelum berangkat sampai berangkat, aktifitas yang melelahkan ini misalnya fitnes/ lari-lari/ angkut-angkut dan lain sebagainya yang bisa menguras stamina/ tenaga
- cek kesehatan sehari sebelumnya apakah dalam kondisi yang sehat, pengecekan seperti tekanan darah, denyut jantung, dan lain-lain yang diperlukan terutama jika pengemudi memiliki historis penyaklit tertentu
- hilangkan rasa cemas/ khawatir/ sedih yang berlebihan (segarkan pikiran) agar mnengemudi lebih tenang
- hindari makan yang terlalu banyak (kenyang) saat akan berangkat karena bisa menyebabkan mengantuk
- Jaga kecepatan dibawah 100 km/ jam
* Persiapan Mobil
Persiapan pada mobil juga harus diperhatikan, beberapa hal yang bisa dipersiapkan sebelum keberangkatan antara lain:
- Sistem rem, pastikan rem tidak ada masalah misalnya kampas yang habis atau masalah lain. Jika ada masalah perbaiki dulu
- Lampu-lampu, pastikan lampu-lampu menyala semua mulai dari lampu utama (depan), lampu kabut, lampu sein (tanda belok), lampu rem, lampu hazard dan lain-lain plus klakson. Lampu-lampu selain berfungsi sebagai penerangan juga sebagai alat komunikasi dengan pengendara lain, klakson juga sebagai alat komunikasi
- Bahan bakar, pastikan BBM terisi dengan cukup (lebih baik dipenuhin) karena untuk perjalanan yang panjang selain memakan BBM yang banyak juga kemungkinan tidak menemui SPBU.
- Sistem nafigasi dan komunikasi, pengemudi sebaiknya memiliki alat nafigasi berupa GPS Nafigasi atau bisa memakai HP mengingat HP jaman sekarang rata-rata sudah dibekali fasilitas GPS. Komunikasi juga sangat diperlukan ketika terjadi sesuatu, pastikan membawa HP
- Kotak P3K, pastikan membawa kotak kesehatan ini dan isi dengan obat-obatan standar seperti minyak kayu putih, antangin (obat masuk angin), antimo (obat anti mabuk), perban, obat luka luar, obat flu, obat sakit kepala, dan yang tidak kalah penting adalah obat khusus untuk penumpang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
- Cek kondisi ban apakah layak, jangan sampai ban yang dipakai sudah gundul atau getas karena ini sangat berbahaya dalam kecepatan hampir 100 km/jam apa lagi jika ada genangan air/ hujan
- Cek juga handling mobil (stir, gas, rem, kopling) coba test drive sebelum mengemudi untuk mengetahui jika ada kejanggalan
- Cek sistem kelistrikan/ pengapian mobil mulai dari kualitas aki, busi, koil, dll
- Berikan tekanan angin yang tepat pada ban agar performa mobil bagus, tidak berat dan juga tidak mudah tergelincir
Kebiasaan Jalan yang Masih Baru
Jalan yang masih baru memang biasanya banyak sekali menelan korban seperti terguling, menabrak pagar pembatas, tergelincir dan lain sebagainya yang mana hal ini disebabkan oleh masih minimnya fasilitas jalan serta pengemudi masih asing dengan jalan yang dilalui.
Yang perlu digarisbawahi Tol yang masih baru dan Tol yang panjang dimana menurut pengalaman penulis:
1. Jalan yang masih baru akan sangat banyak memakan korban (sering terjadi kecelakaan), hal ini pernah penulis alami ketika baru selesain dibangun jalan baru di daerah nganjuk jawa timur, dimana setiap hari bahkan sehari 2 kali ada mobil yang terguling masuk sungai. Hal ini disebabkan oleh belum mengenalnya pengemudi terhadap karakteristik terutama tikungan yang ada pada jalan tersebut
2. Jalan yang panjang lurus dengan kontur yang halus bisa membuat pengemudi mengantuk atau terlena terhadap tikungan.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini