Mobil LCGC dilarang mengisi Premium di SPBU Pertamina

Wacana mengenai penggunaan nozel (corong) yang berbeda pompa di SPBU terutama untuk premium atau bensin mulai dilontarkan, pemerintah mewacanakan bahwa pihak produsen mobil akan diarahkan untuk membuat lubang pada tangki BBM yang lebih kecil dan pihak SPBU juga akan menyesuaikan dengan diameter corong (nozel) pompa untuk BBM pertamax. Lubang pada tangki
mobil LCGC akan dibuat lebih kecil begitu pula corong pada SPBU, hal ini akan mencegah pengemudi yang akan mengisi mobil LCGC dengan premium karena diameter corong (ujung pompa SPBU) lebih besar dari lubang tangki bbm pada mobil.
Wacana ini berkembang setelah gagalnya upaya pemerintah mewajibkan pemilik mobil LCGC memakai pertamax dengan cara menghilangkan garansi mobil jika mengisi mobil dengan premium, hal ini terbukti dari banyaknya pemngemudi yang masih mengisi premium mobil LCGC mereka dan mereka tidak mengindahkan jika garansi mobil hangus (lebih memilih isi bensin daripada garansi hangus).
Ya untuk pelaksanaan standarisasi diameter lubang tangki dan corong pompa SPBU ini masih menjadi wacana dan diperlukan usaha dari semua pihak (Pertamina, SPBU, Produsen mobil, Pemerintah), dibutuhkan kajian yang lebih mendalam dan diperlukan aturan secara tertulis (undang-undang) dari pemerintah agar produsen otomotif mau merubah diameter lubang tangki BBM dan Pihak SPBU juga mau merubah diamater corong untuk memasukkan BBM ke mulut tangki mobil.
Mesin Mobil LCGC dan Bahan Bakar yang sesuai
Jika melihat lagi kompresi mesin yang digunakan mobil-mobil LCGC yang kebanyakan memaki kompresi 10:1 maka BBM yang dibutuhkan adalah BBM dengan tingkat RON lebih dari 90 dimana RON lebih dari 90 ada pada pertamax yakni 92 (menurut pertamina bahwa RON premium saat ini sekitar 88).
Akan tetapi menurut beberapa sumber non resmi (bukan pertamina) mengatakan bahwa premium kita sebenarnya memiliki RON sebesar 92, alasannya kita impor BBM sedangkan di pasar internasional BBM dengan RON 88 sudah sangat langka (di pasar luar negri BBM dengan tingkat RON 88 sudah tidak dipakai lagi). Produsen bahan bakar di luar negeri saat ini hanya memproduksi BBM dengan RON 92 dan 95 sehingga mau tidak mau kita harus membeli BBM dengan RON 92, bagus lah daripada kita beli BBM sampah terus oktan 88 :-)
Intinya pecinta otomotif bisa menyimpulkan sendiri lah
Mobil LCGC mobil yang hemat
Seandainya terpaksa memang mobil LCGC tidak boleh memakai premium maka pecinta otomotif juga tidak boleh lantas berkecil hati, kenapa? karena mobil lcgc sebenarnya adalah mobil yang cukup hemat dengan konsumsi BBM 1 liter bisa untuk menempuh jarak lebih dari 20 Km.
Di lain pihak semoga pemerintah kita juga berbenah dengan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak, karena menurut beberapa sumber harga BBM di negara kita termasuk mahal karena kualitasnya yang rendah tapi dijual dengan harga BBM berkualitas menengah sehingga sebenarnya harga BBM kita mahal... Kita tunggu saja pemerintahan yang lebih baik hingga harga minya bisa turun, bahkan menurut beberapa sumber untuk menghasilkan 1 liter BBM hanya dibutuhkan biaya 900 rupah mulai dari eksplorasi sampai pengolahan (waktu harga bbm 4500), sekarang tentunya naik tapi tidak banyak. kita tunggu saja semoga pemerintahan kedepan lebih baik

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini