Hujan? Pakai Payung Sepeda Motor saja!

Jaman yang semakin maju membuat banyak manusia berinovasi, jika selama ini pengguna motor identik kehujanan dan kepanasan, tetapi sudah tidak berlaku lagi saat ini karena motor sekarang bisa juga ditanami payung. Memang bentuknya bukan seperti payung yang biasa kita pakai, tetapi lebih menyerupai ke penutup/ atap motor yang terbuat dari bahan kain yang anti air atau plastik bening dan terpal tipis.
Nah Payung motor ini ternyata sudah banyak tersedia di internet atau dijual online, nah pecinta otomotif yang berminat membeli payung motor ini bisa mencarinya di google dengan kata kunci "payung motor". Harganya cukup mahal menurut saya yakni berkisar di angka 250 sampai 350 ribu rupiah, tergantung model dan spesifikasinya.
Pemakaiannya bisa dipasangkan di kedua stir dan behel motor (besi di balakang jok motor), ada juga tipe payung motor yang  mitip dengan payung pejalan kaki akan tetapi bentuknya lebih panjang dan pemasangannya hanya pada bagian depan saja.
Lumayan kan buat kita yang risih memakai jas hujan seperti saya, tetapi suka memakai motor :-)
Payung motor apakah berbahaya?
Menurut pakar safety driving, pemakaian payung motor ada syaratnya agar menghindari resiko kecelakaan, antara lain:
1. Kecepatan motor harus dibawah 40 km/ jam
2. Tidak terjadi angin kencang atau dalam keadaan badai
Memakai payung motor pada kecepatan diatas 40 km/ jam akan sangat berbahaya karena resiko motor tertiup angin dan kehilangan keseimbangan sangat besar, mengingat posisi payung ada di atas yang jika digoyang sedikit dampaknya akan sangat terasa pada bagian bawah.
Selain itu payung motor juga tergolong cukup lebar sehingga jika tertip angin dari samping sangat bisa menjatuhkan motor, mengingat motor sebenarnya sangat mudah jatuh...berbeda dengan mobil, mobil saja bisa kebalik jika tidak seimbang.
Saran dari admin mobilku.org
menurut admin mobilku.org ada baiknya di jalan raya tidak memakai payung motor karena hempasan angin dari mobil-mobil besar cukup berbahaya.
Payung motor ini cukup aman dipakai di jalan-jalan yang sepi di pedesaan atau dalam lingkungan perumahan dengan kecepatan rendah antara 20 sampai 30 km/jam, dan peruntukannya hanya untuk keadaan darurat atau sementara/ seperlunya.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini