7 Hal yang harus Diperhatikan Pengendara Motor saat Hujan

Memasuki musim penghujan tentunya menjadi kesulitan tersendiri pada pengendara motor, karena selain jalan menjadi licin, jarak pandangpun berkurang drastis terutama saat hujan lebat dan bahkan sampai menimbulkan kecelakaan.
Nah berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hujan (bagi pemotor):
1. Jas Hujan warna terang
Lebih baik memakai jas hujan warna terang karena akan lebih terlihat oleh pengguna jalan lainnya (terutama mobil dari belakang kita), lebih baik lagi jika pada jas hujan terdapat cat yang bisa memantulkan cahaya (biasanya berwarna krom). Saat ini sudah sangat banyak jas hujan yang bisa memantulkan cahaya dan harganya berkisar antara 40 ribu sampai 90 ribu rupiah saja.
2. Pakai alas kaki (sendal atau sepatu)
Pada sebagian orang saat hujan justru melepas sepatu/ sandalnya, padahal alas kaki ini berfungsi sebagai pelindung saat terjadi apa-apa misalnya motornya menghantam lubang dan mau jatuh, nah jika pengendara tidak memakai alas kaki maka resiko cidera sangat besar.
Banyak pula pemotor yang mengikat sepatu dengan kresek/ plastik,padahal ini membuat tapak sepatu menjadi licin. Banyak pula dari kalangan pemotor yang tetap memakai sepatu tetapi saat ada cipratan air dari mobil mengangkat sepatunya (kakinya), padahal hal ini memperburuk keseimbangan motor
3. Tekanan ban ideal
Memakai tekanan ideal sesuai standar pabrikan adalah yang terbaik, banyak orang menganggap memperkecil tekanan angin ban bisa memperbesar traksi (daya cengkeram ke aspal), padahal hal ini salah besar.
Pada kasus-kasus tertentu menurunkan tekanan ban berakibat pada tidak bekerjanya secara optimal saluran air pada ban (corak ban), parahnya jika tekanan udara dikurangi banyak maka ban akan empuk dan seperti geol-geol atau selip-selip (setengah tergelincir) saat dipakai dan resiko kehilangan keseimbangan (terjatuh)
menurut admin www.mobilku.org boleh saja menurunkan tekanan ban pada motor saat hujan antara 10-20% saja, syaratnya tidak lebih dari 20% tekanan ban ideal (10 % sudah bagus). Misalnya tekanan ideal adalah 32 Psi maka tekanan udara paling kecil adalah 25,5 Psi, jika diturunkan 10% maka tekanannya menjadi 28,8 Psi (ini paling enak)
Sebenarnya memang tekanan ban yang tertera pada sayap motor adalah utuk kondisi jalan kering dan untuk berboncengan, jadi jika jalan basah tekanan ban bisa diturunkan antara 10%-20% tidak lebih.
4. Pakai lampu utama warna kuning
Banyak pemilik motor mengganti lampu original motor dengan lampu yang berwarna-warni misalnya putih, biru, dll. Padahal yang paling mampu menembus lebatnya hujan dan kabut adalah lampu berwarna kuning (yang orisinal tersebut), bahkan nyala putih pada lampu HID tidak cukup bagus untuk menembus hujan dan kabut.
5. Hindari jas hujan ponco
Jas hujan ponco memang lebih multifungsi karena bisa dipakai untuk selain jas hujan, tetapi jas hujan ponco ternyata berbahaya. Banyak kasus ujung jas hujan ponco masuk pada roda (gir/ jari-jari, dll), nah saat salah satu jas hujan tertarik roda (kesrimpet) maka sekonyong-konyong akan menarik orang yang memakainya jatuh ke jalan.
Bahayanya kalau setelah jatuh langsung disantap mobil dari belakang bisa tewas.
6. Berkendara lebih halus
Kurangilah kecepatan motor karena jalanan menjadi sangat licin, hal ini bisa secara signifikan menguragi resiko terjatuh/ terpeleset.
Saat hujan kondisi jalan menjadi jauh lebih licin, cara berkendara yang paling jitu adalah dengan lebih lembut berkendara, seperti: dalam mengerem lebih halus (tidak dicengkeram kuat-kuat), dalam memutar gas juga halus (pelan-pelan), saat menikung tidak usah terlalu miring, dan lain sebagainya.
7. Memakai helm SNI
Gunakan Helm SNI yang cukup kuat dan baik terutama dalam buka tutup kaca, sebaiknya memakai yang full face agar tidak terganggu oleh percikan air juga

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini