Tips Mengendarai Motor Di Jalan Licin

Saat musim hujan kondisi jalan menjadi jauh lebih licin, jalan jauh lebih licin saat hujan rintik-rintik dan setelah hujan (namun kondisi jalan masih basah), tetapi justru saat hujan deras jalan tidak selicin hujan rintik-rintik ataupun setelah hujan. Maka kewaspadaan harus ditingkatkan saat menjelang dan sesudah hujan deras.
Bagaimana berkendara saat hujan ini? pada mobil sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya: tentang cara mengendarai mobil saat hujan, tetapi untuk riding motor saat hujan berikut adalah cara amannya:
1. Menjaga jarak
Pecinta otomotif harus memperlebar jarak dengan kendaraan lain saat hujan, hal ini terkait jalan yang makin licin dan traksi roda (cengkeraman roda ke aspal) berkurang drastis. Saat seperti ini pengereman membutuhkan jarak yang cukup jauh untuk menghentikan kendaraan, menjaga jarak dengan kendaraan di depan adalah solusi paling efektif untuk mengantisipasi pengereman mendadak. Jarak minimum saat hujan adalah 1 meter, jangan kurang dari 1 meter.
2. Jaga kecepatan
Saat hujan jika kecepatan semakin tinggi maka resiko ban tergelincir (tidak nutut mengerem) sangat tinggi, nah untuk menghindari risiko kecelakaan maka pecinta otomotif sebaiknya menurunkan kecepatan motor. Kecepatan yang direkomendasikan oleh pakar otomotif adalah dibawah 40 Km/jam atau antara 20 Kpj sampai 40 km/jam
3. Nyalakan lampu utama
Pada motor-motor skutik terbaru lampu utama otomatis menyala, tetapi pada beberapa skutik juga masih butuh dinyalakan manual, pada motor jenis lain misalnya motor bebek atau motor sport hampir semuanya masih butuh dinyalakan manual (tidak otomatis menyala).
Nah nyalakan lampu saat hujan, karena visibilitas pengendara saat hujan menjadi jauh lebih buruk terlebih jika berada di pegunungan maka kabut akan membuat pandangan pengemudi mobil sangat terganggu. Berbahaya bukan jika pengemudi mobil tidak melihat kita? bisa-bisa ditabrak
Nah menyalakan lampu utama bisa sebagai tanda bahwa ada motor/ kendaraan, sehingga pengendara lain mengerti posisi kita dan mengetahui keberadaan kita yang sedang berkendara, tetapi ingat saat hujan jangan sekali-kali menyalakan lampu hazard (lampu berkedip-kedip terus menerus) karena ini justru menyilaukan pengendara lain dan membingungkan mereka.
4. Hindari berbelok dengan kecepatan tinggi dan terlalu miring
Saat hujan traksi atau cengkeraman roda ke aspal sangat berkurang, jika kita terlalu miring saat berbelok atau dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan roda terpeleset dari aspal dan kita terjatuh.
Sebaiknya pelan-pelan saja saat menikung, dan ingat-ingat lagi kondisi ban kita apakah sudah halus kembangnya (ban gundul/ tipis), jika ban sudah halus harus ekstra hati-hati saat melewati tikungan saat jalan licin akibat hujan.
5. Hindari jalan yang terdapat genangan air
Jika pembaca mobilku.org melihat adanya air yang tergenang sebisa mungkin dihindari karena biasanya di bawah genangan air ada lubang yang mana kita tidak tahu seberapa besar ukurannya, lebih baik hindari lubang tersebut.
Tetapi jika terpaksa melewati genangan air tersebut maka turunkanlah kecepatan motor agar saat menghantam lubang kita tidak terjatuh akibat guncangan motor yang terlalu besar
6. Pakai helm dengan mika bening
Saat hujan biasanya visibilitas menurun cukup banyak, nah sebisa mungkin hindari memakai helm dengan mika berwarna gelap karena memperburuk pandangan, pakai mika yang berwarna bening.
7. Berkendara secara halus
Sering kan kita berkendara secara kasar atau spontan baik itu mengegas, mengerem, menyalip, menikung, dll. Nah saat hujan sebaiknya pecinta otomotif menghindari berkendara secara spontan dan kasar ini misalnya tiba-tiba mengegas atau mengerem mendadak karena memutar gas secara spontan juga bisa menyebabkan selip pada roda dan menyebabkan terjatuh, begitu pula mengerem dan menikung dengan kasar/ tiba-tiba/ spontan
Penyebab jalan licin saat hujan
baca: jangan gunakan jas hujan ponco, berisiko melipat ke roda dan menarik pemotor
Sebenarnya yang membuat jalanan licin bukan hanya air, akan tetapi justru tanah yang ikut air masuk ke jalan aspal dan kotoran-kotoran lain. Saat hujan deras sebenarnya kondisi jalan bersih (hanya air) tetapi setelah hujan jalanan justru jalan menjadi licin karena lumpur dan kotoran, begitu pula saat hujan rintik-rintik debu dan tanah yang sebelumnya kering menjadi basah serta licin.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini