Perbandingan Spesifikasi 4 Motor Listrik: Honda PCX Electric Vs Viar Q1, Gesits, Lincah

Motor listrik di Indonesia saat ini sudah mulai dijual dan akan menjadi kendaraan alternatif yang bisa diandalkan di masa depan, pasalnya jika kita membawa motor listrik maka seolah-olah kita membawa power bank besar yang tenaganya bisa kita manfaatkan untuk berbagai keperluan selain sebagai sebuah kendaraan. Misalnya: mengisi baterai HP, sebagai sumber listrik laptop, listrik untuk lampu, bahkan bisa dipakai untuk mensuport kebutuhan rumah dalam keadaan darurat (listrik mati).
Saat ini skutik listrik yang sudah dijual adalah Viar Q1 yang harga On the roadnya mencapai 18 juta rupiah, sedangkan dalam sebulan kedepan akan ada 3 skuter matic listrik yang akan menyusul masuk pasar (dijual) yakni: Honda PCX Electric, Gesits dan Lincah. Untuk honda PCX pastinya adalah keluaran dari Honda (AHM), sedangkan Gesits dan Lincah adalah motor listrik buatan Indonesia.
Selanjutnya www.mobilku.org akan mengulas keempat motor (skutic) listrik ini terutama membandingkan masalah performa motor (lama pengisian baterai, jarak tempuh kendaraan, kecepatan maksimum, harga, dll). Oke yang pertama adalah Viar Q1

Viar Q1
Viar Q1 merupakan motor listrik pertama yang dijual di Indonesia dan bisa dipakai di jalan raya (jalan umum), motor ini pertama kali dijual tahun 2017 lalu.
Viar Q1 ini dalam keadaan baterai penuh bisa dipakai untuk menempuh perjalanan sampai 60 Km dengan rute jalan aspal datar dan tidak macet ya, sedangkan jika pecinta otomotif ingin melakukan charging untuk pengisian baterainya membutuhkan waktu antara 5-7 jam dari keadaan baterai kosong hingga penuh.
Baterai Viar Q1 ini berjenis Lithium Ion maintenance free yang berspesifikasi 60 Volt 20 Ah, sedangkan kapasitas penyimpanan maksimum baterai Viar Q1 ini adalah 2 kWh dengan waktu pengisian 5-7 jam. Sedangkan baterai motor ini sanggup bertahan sampai 800 kali pengisian ulang. Mirip dengan baterai HP/ laptop dimana jika siklus pengisian ulang sudah terlampaui maka baterai akan ngedrop (mudah habis) atau performanya jauh berkurang.
Sedangkan jika pecinta otomotif ingin membeli baterai secara terpisah untuk dipakai bergantian atau saat perjalanan jauh membawa 2 baterai maka pecinta otomotif bisa membeli baterainya saja dengan harga 5 juta rupiah.
Motor listrik ini bisa diisi di rumah karena hanya membutuhkan daya listrik sebesar 286 watt, ini artinya semua rumah yang memiliki listrik bisa dipakai karena daya minimum rumah di Indonesia adalah 450 Va.
Harga Viar Q1 ini sekitar 18 Jutaan on the road DKI Jakarta, selain murah keunggulan skutik listrik Viar Q1 adalah cukup lincah dan ringan, bobotnya hanya 78,5 Kg. Dimensinya adalah panjang 1680 mm, lebar 690 mm dan tinggi 1220 mm.
Honda PCX Electric
Saat artikel ini ditulis AHM masih belum menjual Honda PCX Electric secara umum, saat ini masih dijual terbatas di kalangan perusahaan yang membutuhkan armada, tetapi mungkin 1 bulan lagi Honda PCX electric sudah dijual untuk konsumen umum.
Untuk harga Honda PCX Electric memang belum secara resmi diungkapkan AHM, akan tetapi menuturt bocoran dari berbagai sumber harganya sama atau diatasnya Honda PCX mesin bensin, sebagai informasi harga Honda PCX saat ini adalah 32 Juta rupiah.
Honda PCX electric dibuat dari Honda PCX reguler (mesin bensin) yang dijual di Indonesia, artinya dari segi dimensi, segi kenyamanan, suspensi, handling, pengereman semua sama dengan motor Honda PCX yang ada saat ini. Tetapi hanya mesinnya saja yang dirubah, yakni jika PCX memakai mesin berbahan bakar bensin maka PCX electric memakai motor sebagai penggerak dengan sumber energi listrik.
Untuk baterai Honda PCX Electric memiliki spesifikasi 50,4 Volt dan 20 Ah, baterai ini jika diisi dari keadaan kosong sampai penuh membutuhkan waktu sekitar 4-6 jam. Sedangkan motor penggerak Honda PCX Electric berkode EF01M, motor listrik dari honda ini memiliki daya 980 watt (9,8 Kw) sementara torsinya mencapai 18 Nm pada 500 Rpm.
Skutik listrik Honda PCX Electric ini mampu dipacu pada kecepatan yang lebih tinggi dari Viar Q1, kecepatan maksimum PCX Electric ini adalah 60 Km/jam, sedangkan daya jelajah motor ini mampu menempuh jarak 69 (lebih jauh 9 Km/jam dari Viar Q1).
Bobot kendaraan Honda PCX Electric ini cukup berat yakni 144 Kg, motor ini berat karena dia juga besar dengan dimensi panjang 1960 mm, lebar 740 mm, tinggi 1095 mm.
Jika keunggulan Viar Q1 adalah pada harga yang murah, maka keunggulan Honda PCX Electric adalah pada kenyamanan, seperti suspensi yang sudah teruji, rem yang sangat baik, ergonomis dalam berkendara, dan lain-lain yang saat ini dirasakan oleh pengendara Honda PCX bensin.
Gesits
Skutik listrik gesits ini merupakan produksi dalam negeri, akan tetapi motor ini baru akan keluar sebulan lagi. Tetapi dari spesifikasi yang di klaim perusahaan skuter listrik ini terbilang sangat luar biasa.
Menurut klaim, motor listrik gesits sanggup dipacu hingga kecepatan 100 Km/jam, sedangkan daya jelajah motor listrik gesit ini juga luar biasa yakni mencapai 100 km padahal Honda PCX Electric saja daya jelajahnya hanya 69 Km. Sedangkan tenaganya sekitar 5 Kw pada 3000 Rpm dengan torsi maksimum 15 Nm.
Sementara itu waktu pengechasan atau pengisian ulang baterai juga sangat cepat yakni hanya membutuhkan waktu 1,5 sampai 3 jam saja dari keadaan baterai kosong sampai baterai penuh.
Wahhh kalau dari klaimnya sangat luar biasa motor gesit ini, tapi itu kan masih klaim dan belum teruji apakah klaimnya benar atau tidak, karena motornya masih belum keluar sekarang (nanti jika sudah keluar akan kami update speknya)
Harga motor listrik gesits diperkirakan sekitar 16 Juta on the road (hampir sama dengan Viar Q1)
Lincah
Motor listrik lincah juga motor listrik yang akan dijual di Indonesia dan merupakan buatan anak bangsa, harga motor lincah ini juga sekitaran 16-17 jutaan hampir sama dengan gesit.
Uniknya Lincah ini dibekali dengan 2 baterai berjenis lithium fospat 72 Volt 28 Ah, masing-masing baterai berkapasitas 1 kWh jadi kalau 2 baterai ya sama dengan baterainya Viar Q1 yakni 2 kWh.
Sedangkan untuk daya jelajah/ jarak tempuh maksimalnya adalah 60 km dengan kecepatan maksimum 60 km/jam dan lama pengisian baterainya dari kosong sampai full adalah 3-4 jam.
Keunggulan motor listrik
Jika aktivitas kita sekarang tergantung pada perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, lampu, kompor listrik, dll maka memiliki motor listrik tak hanya sebagai alat transportasi saja, melainkan juga sebuah sumber tenaga.
Bayangkan jika suatu saat ditemukan material baru untuk baterai sehingga jadi tahan lama dan berperforma tinggi, kita bisa melakukan perjalanan jauh tanpa khawatir HP kita kehabisan baterai karena bisa langsung di charge pada motor kita. Kita juga bisa memanfaatkan listrik pada motor untuk menyalakan laptop, memasak menggunakan kompor listrik yang diambilkan dari motor atau menyalakan lampu dengan sumber tenaga motor. Seolah-olah kita membawa power bank yang multifungsi bisa untuk alat transportasi dan sumber tenaga
Kelemahan motor listrik
Motor listrik memang akan menjadi kendaraan masa depan karena lambat laun bensin akan tambah mahal dan akan habis, sehingga membutuhkan kendaraan yang sumber energinya bukan dari minyak dan hal ini sedang mulai dilakukan di Indonesia dengan mulai mengeluarkan motor listrik.
Kendala utama motor listrik saat ini adalah pada baterai dimana kemampuan baterai lithium yang dipakai saat ini sangat terbatas, yakni hanya memiliki daya jelajah 60 km, kalau kita melakukan perjalanan jauh misalnya 100 km bagaimana? sementara waktu pengisian ulangnya juga lama sekitar 4 -7 jam. Maka mungkin solusinya membawa baterai 2 buah, jika yang satu habis maka pakai baterai satunya (tapi ini juga agak ribet karena bateri motor listrik ini besar dan berat).
Nah selain daya jelajah, baterai lithium juga memiliki usia pakai yang sangat terbatas yakni antara 600-800 kali pengisian ulang baterai sudah tidak bisa dipakai lagi (ngedrop) dan harus beli baterai lagi, sedangkan harga baterai motor listrik itu tidak murah (diatas 5 juta).
Kami rasa motor listrik memang akan lebih memberi keuntungan daripada motor bensin, akan tetapi itu akan terjadi jika harga bensin naik berkali-kali lipat sedangkan harga listrik tetap (artinya mungkin di masa depan motor listrik akan sangat menguntungkan dibanding bensin, tetapi tidak sekarang)

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini