Terlambat Ganti Oli Transmisi, Gearbox bisa Jebol

Oli pada mobil perlu diganti secara rutin tiap berapa ribu kilometer, ada 3 jenis oli pada kebanyakan mobil yakni: oli mesin, oli transmisi, oli gardan. Pada mobil-mobil 4WD atau 4x4 ada satu lagi komponen tambahan yang memerlukan penggantian oli secara rutin yakni transfer case, transfercase ini hanya ada pada mobil berpenggerak 4 roda seperti: Jimny 4x4, Vitara, Taft 4x4, Hardtop, Trooper, dll
Oli mesin bisa bertahan sampai 10 ribu km
Oli mesin perlu diganti setiap 10 ribu km, disarankan untuk menggantinya lebih pendek dari itu misalnya di 7 ribu km atau 8 ribu km atau 5 ribu km tapi yang jelas tidak boleh lebih dari 10 ribu km. Berbeda lagi dengan oli untuk mesin diesel karena interval penggantiannya lebih sering daripada mesin bensin, untuk oli mesin mobil diesel maksimum diganti tiap 5 ribu km, bisa lebih pendek misalnya 4500 km atau 4000 km. Mengapa pada mobil diesel harus lebih sering ganti oli? karena memang karakter mobil diesel seperti itu: baca di artikel sebelumnya tentang berapa km ganti oli pada mobil diesel.
Oli transmisi diganti tiap 20 ribu km
Nah satu lagi bagian yang perlu mendapat perhatian ekstra yakni oli transmisi, banyak orang yang lupa mengganti oli transmisi karena kita hanya sering mendengar ganti oli ya oli mesin saja, padahal transmisi baik transmisi manual ataupun transmisi matic juga perlu ganti oli.
Mengganti oli transmisi sebenarnya jauh lebih murah daripada mengganti oli mesin, jika oli mesin kita biasanya habis Rp. 200 ribuan, oli transmisi ini biasanya separuh dari oli mesin yakni Rp. 100 ribuan, jadi jangan khawatir menggantinya.
Jika kita tidak mengganti oli transmisi akibatnya sistem transmisi kita bisa rusak, oli yang lama tidak diganti akan kehilangan struktur kimianya, kekentalannya juga berubah, warnanya, kandungan di dalam oli transmisi sudah banyak mengandung logam dan kotoran.
Saat kekentalan oli sudah berubah dan daya pelumasan berkurang, maka kan terjadi gesekan antar komponen gearbox (transmisi), belum lagi jika ada kotoran seperti uap air atau debu yang masuk ke dalam gearbox yang menyebabkan endapan yang bercampur dengan oli. Nah adanya endapan dan menurunnya kualitas lubrikasi inilah yang menyebabkan kerusakan pada sistem transmisi/ gearbox jebol.
Untuk mencegahnya maka perlu diganti secara periodik, berapa lama kita harus mengganti oli transmisi ini? biasanya para mekanik menganjurkan setiap pemakaian mobil 20 ribu km. Angka 20 ribu km ini sudah umum untuk sebagian besar mobil dan biasanya juga terdapat di buku panduan mobil
Oli transmisi apa yang dipakai
Oli transmisi ini berbeda dengan oli mesin, jika kita membawa mobil ke bengkel resmi mobil kita maka kita akan diberitahu oli transmisi yang dipakai spesifikasinya seperti apa, atau kita bisa membaca di buku manual mobil.
Biasanya oli transmisi lebih kental daripada oli mesin, nah untuk mengetahui oli transmisi yang cocok untuk mobil anda sebaiknya menghubungi bengkel resmi dan menanyakan spesifikasi oli transmisi untuk mobil "X" keluaran tahun "X" bisa melalui telepon ke bengkel resmi atau datang langsung atau baca di buku manual mobil.
Pabrikan besar seperti castrol, shell, top one, federal, pertamina selain memproduksi oli mesin mereka juga memproduksi oli transmisi Bahkan APM di indonesia sekarang juga banyak memproduksi sendiri oli transmisinya misalnya Toyota adalah ATV WS atau ATV T-IV, Honda juga membuat oli transmisi CVTF, ATF-Z1, ATF DW, dan lain-lain. Suzuki, Mitsubishi juga memiliki oli transmisi sendiri.
Oli transmisi matic dengan oli transmisi manual juga berbeda (jangan disamakan), tetapi kita akan mudah membedakannya hanya dari kemasannya saja karena pada kemasan biasanya tertulis ini untuk mobil matic, ini untuk transmisi manual.
Yang perlu diketahui selanjutnya adalah apa spesifikasi oli untuk transmisi/ gearbox kita misalnya kekentalannya, materialnya dan teknologinya. Setelah tahu kita bisa bebas membeli oli transmisi di dealer-dealer oli selain bengkel resmi mobil, memang sebaiknya kita menggantinya di bengkel resmi dulu agar yakin sekalian tanya-tanya spek olinya.
Oli gardan juga perlu diganti
Untuk mobil-mobil yang memakai penggerak roda belakang atau memakai penggerak 4 roda seperti Avanza, Innova, Jimny, Taft, Carry, Terios, dll yang memakai gardan maka kita juga jangan lupa mengganti oli gardan.
Biasanya pemilik mobil mengganti oli gardan berbarengan dengan mengganti oli transmisi, alasannya karena kedua komponen ini interval penggantian olinya sama yakni setiap pemakaian mobil 20 ribu km.
Berapa biayanya? biasanya oli transmisi dan oli gardan hampir sama harganya karena biasanya volumenya 1 liter saja, berbeda dengan oli mesin yang volumenya jauh lebih banyak yakni 4 liter. Makin besar volume maka oli yang dibeli juga makin banyak otomatis lebih mahal.
Kesimpulan
Mengganti oli transmisi paling-paling berkisar di angka 100 ribuan dan diganti tiap 20 ribu km, tetapi jika kita enggan menggantinya maka akan terjadi kerusakan yang biayanya jauh lebih mahal bisa mencapai jutaan sampai belasan juta rupiah.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini