4 Kebiasaan Driver Penyebab Kopling Rusak

Mengemudi mobil manual bagi sebagian orang memang memberikan sensasi tersendiri seperti benar-benar mengendarai mobil, mobil transmisi manual juga memiliki kelebihan bisa lebih leluasa menentukan gigi berapa yang dipakai dan pada kecepatan berapa.
Transmisi manual juga cukup handal di medan-medan tanjakan dan turunan, tetapi penggunaan mobil manual memang tidak praktis seperti mobil matic. Pada beberapa kondisi seperti jalanan macet dan tanjakan driver mobil manual harus cukup sering menginjak pedal kopling untuk berhenti dan berjalan, sementara beberapa pengemudi belum mengetahui bahwa ada kebiasaan-kebiasaan yang membuat kopling cepat aus/ cepat habis/ cepat rusak.
Nah jika pembaca adalah pemakai mobil manual, ada baiknya menyimak 3 hal atau kebiasaan yang menyebabkan kopling cepat rusak sehingga jika pecinta otomotif mengemudikan mobil tidak melakukan ketiga hal tersebut, yakni:
1. Melepas kopling dengan kasar
Menginjak pedal kopling bisa saja dilakukan dengan spontan/ kasar karena menginjak pedal sama saja melepas hubungan antara mesin dan transmisi, akan tetapi jangan melepas pedal kopling dengan spontan karena ini bisa merusak kopling (membuat kampas kopling cepat habis). Yang tak kalah penting adalah melepaskan pedal kopling dengan kasar bisa merusak sistem transmisi mobil, nah ternyata berbahaya ya, karena transmisi juga mahal servicenya
Saat melepas pedal kopling lepaslah dengan pelan-pelan sambil mengatur putaran mesin (Rpm) yang tepat pada kecepatan dan gigi yang ditentukan, lepaskan dengan lembut sambil rasakan kecepatan mobil dan sesuaikan dengan pedal gas
2. Meletakkan kaki diatas pedal kopling
Kebiasaan meletakkan kaki di atas pedal kopling memang terasa enak, dan ini sangat sering dilakukan oleh pengemudi pemula karena mereka merasa takut/ was-was seandainya mereka harus memindahkan gigi dengan cepat (agar waspada dan tidak gugup).
Padahal sebenarnya kebiasaan meletakkan kaki diatas pedal kopling ini adalah kebiasaan buruk yang bisa membuat kampas kopling dan bearing cepat aus, sebaiknya setelah memindahkan gigi dan melepas pedal kopling dengan lembut maka kaki tidak perlu ada di atas pedal kopling, kaki bisa ditaruh disamping atau dibawah pedal kopling.
3. Menginjak kopling setengah-setengah
Hal ini sering dilakukan saat mobil terkena macet atau di jalanan menanjak, padahal menginjak pedal kopling setengah (setengah menginjak setengah melepas) ini juga menyebabkan ausnya kampas kopling. Lebih baik pecinta otomotif menginjaknya dengan sempurna dan melepasnya dengan sempurna daripada menginjak setengah kopling.
4. Terlalu sering menginjak pedal kopling
Ada kebiasaan driver yang mungkin tidak disadarinya yakni terlalu sering menginjak pedal kopling, bahkan tanpa alasan menginjak pedal kopling lalu melepaskan. Saat perjalanan sebaiknya pakailah kecepatan yang konstan agar kita tidak terlalu sering mengganti gigi, karena biasanya jika kecepatan kita sering berubah maka posisi gigi transmisi juga berubah dan pastinya kita menginjak pedal kopling lebih sering.
Selama perjalanan terutama perjalanan panjang, ada baiknya pecinta otomotif tidak meletakkan kaki di atas pedal kopling/ menginjak pedal kopling, lebih baik konsentrasi ke pedal gas dan rem dan jika memang dibutuhkan baru pindahkan gigi.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini