Begini Cara Menyalip yang Benar!

Berkendara di jalan raya yang utama kita harus sabar dan bisa mengontrol emosi, karena tingkat stress pengemudi akan lebih tinggi dan mudah terbawa emosi (bawaannya marah), nah saat seperti ini kita harus menjaga etika dan sopan santun pada pengendara lain, dan juga memperhatikan teknik berkendara agar tidak terjadi kecelakaan.
Kadang-kadang pegendara di depan kita terlalu lambat, atau kita butuh lebih cepat tentunya kita harus menyalip kendaraan didepan... bolehkah menyalip? boleh saja asalkan caranya benar... berikut adalah tips/ cara menyalip kendaraan yang baik:
1. Mendahului tidak boleh dari kiri, tetapi dari kanan
Pada umumnya di Indonesia jalur sebelah kiri adalah jalur untuk yang lebih lambat, sedangkan jalur sebelah kanan adalah jalur cepat atau digunakan untuk menyalip.... etikanya juga tidak boleh menyalip kendaraan dari sebelah kiri karena di sebelah kiri biasanya banyak pejalan kaki, pedagang, kendaraan yang sedang berhenti, lubang jalan, trotoar sampai jalan yang sempit.
Nah kalau kita ambil lajur kiri sedangkan kita tidak leluasa melihat bahu jalan maka kecelakaan sering terjadi disini. Menyaliplah dari sebelah kanan kendaraan yang akan kita salip kecuali dalam keadaan darurat
2. Nyalakan lampu sein jika ada rencana menyalip
Lampu sein (sinyal tanda belok) ini akan memberikan sinyakl pada kendaraan di depan dan belakang kita (terutama belakang kita) agar berhati-hati karena kita akan merubah haluan sehingga mereka tahu dan bisa menjaga jarak.
3. Lihat spion kanan
Sebelum menyalip, pecinta mobilku.org harus melihat juga kondisi belakang sebelah kanan kita..apakah free (kosong) ataukah ada kendaraan lain. Pernah admin mobilku.org melihat mobil yang menyalip begitu saja tanpa melihat kendaraan dibelakangnya, akibatnya dua motor tersenggol oleh mobil yang menyalip tersebut hingga terjatuh dan terluka parah.
4. Gunakan gigi dan percepatan yang sesuai dengan kecepatan mobil agar bisa mengukur kemampuan mesin sebelum menyalip. Setidaknya kita butuh space 2 kali panjang mobil kita untuk mulai berbelok ke arah kiri setelah menyalip, hal ini butuh percepatan/ tenaga dan kecepatan yang sesuai, jika ada kendaraan lain yang mengikuti kita untuk menyalip maka kita harus menyediakan ruang yang lebih panjang agar kendaraan dibelakang kita juga bisa masuk ke lajur normal setelah menyalip. Sehingga kita benar-benar butuh percepatan yang cukup, jika tidak yakin dengan kemampuan mesin kita lebih baik jangan, lebih baik gunakan gigi rendah untuk mendapatkan percepatan yang cukup daripada gigi tinggi tapi tidak kuat menyalip.
Oh iya menyalip bukan berarti memakai kecepatan penuh ya sobb,,,karena jangan-jangan kita nanti malah kehilangan keseimbangan, tetapi juga jangan terlalu lambat karena juga bisa kehilangan keseimbangan, sesuaikan dengan ritme kendaraan didepan kita dan kondisi jalan serta kemampuan mobil dan momentum kita.
5. Pakai sedikit klakson dan lampu dim
Gunakan sedikit klakson untuk memberikan tanda pada kendaraan didepan kita kalau kita akan menyalip, gunakan pula sedikit lampu dim (sorot jauh) untuk memberi tanda...akan tetapi penggunaan keduanya jangan terlalu berlebihan karena bisa memancing emosi pengemudi yang lain. Bunyikan klakson 2 kali (pendek) untuk memberitahukan jika kita akan menyalip, dan lampu dim 2 kali pendek.
6. Perhatikan kendaraan dari arah berlawanan
Kita bisa mengetahui adanya kendaraan dari arah berlawanan dengan terlebih dahulu melihat dari kaca mobil yang akan kita salip,,karena sebagian besar mobil bisa ditembus pandang dari kaca belakang sampai kaca depan. Setelah terlihat sepi pecinta penta otomotif bisa mulai menghidupkan lampu sein kanan dan mulai melihat kondisi jalan dari arah berlawanan dengan sedikit menggeser lajur mobil ke arah kanan... jika terlihat dari arah depan tidak ada kendaraan maka pecinta otomotif bisa menyalip
7. Perhatikan lampu sein kendaraan didepan
Saat kita mau menyalip kita harus memperhatikan lampu sein kendaraan didepan kita, jika lampu sein sebelah kanan menyala berkedip itu artinya jangan disalip...boleh jadi ada bahaya kendaraan besar didepan kita sedang melaju dari arah yang berlawanan. Lebih baik urungkan niat menyalip jika kendaraan didepan kita menyalakan lampu seinnya
8. Jika saat menyalip ada kendaraan yang datang secara tiba-tiba dari arah depan? maka jangan paksakan untuk tetap menyalip karena akan tabrakan,,, segera batalkan untuk menyalip.
9. Jangan menyalip pada:
- Saat jalan menikung/ sedang melewati tikungan (karena kita tidak bisa melihat kendaraan yang datang dari arah depan)
- Saat kendaraan di tanjakan (saat kita masih belum bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan)
- Saat melintasi jembatan
- Saat jarak pandang terbatas karena kabut
- Di perempatan
- Saat ada rambu dilarang menyalip
- Saat di jalan yang memiliki garis tidak putus-putus pada bagian tengah jalan.
Pada poin ke 8 tadi sangat berbahaya jika kita menyalip kendaraan lain karena potensi kecelakaan jauh lebih besar
10. Milikilah toleransi yang tinggi
Jika kita sadar bahwa kita terlalu pelan mengemudikan mobil maka jangan terlalu mengambil jalur tengah, ambil sebelah kiri saja dan jika ada yang mau menyalip berilah jalan...terutama pada mobil ambulan atau kebakaran.

1 komentar:

  1. Yang bikin pusing itu, pengendara di Indonesia menggunakan lajur kanan padahal mereka pelan. Sudah di kasih lampu jauh, sen dan klakson, serta sudah kita pepet dari belakang, tapi mereka tetap tidak merubah lajur. Bikin kita yang mau menyalip jadi kesal dan akhirnya mengambil lajur kiri yang membahayakan.

    BalasHapus