Isuzu Panther Grand Touring (GTR) "Rajanya Diesel"

Isuzu Panther adalah mobil berjenis MPV (mobil keluarga) rakitan Indonesia (lokal) yang memiliki banyak sekali keunggulan mulai dari keawetan mesin, konsumsi bahan bakar yang sangat irit, torsi yang besar, tangguh di tanjakan sampai sanggup disiksa untuk pejalanan yang sangat jauh yang tidak mampu dilakukan oleh mobil-mobil lain terutama yang bermesin bensin.
Dalam beberapa tahun terakhir banyak isu yang beredar tentang Isuzu Panther ini mulai dari kabar akan dihentikannya produksi karena akan diterapkannya standar emisi gas buang yang baru, sampai berita diskontinyu dan akan MU-X.
Tetapi faktanya sampai tahun 2018 ini Isuzu Panther masih dijual dengan mesin yang sama dengan mesin panther yang lama, dan masih laku, sampai panther secondnya juga banyak diburu.
Slogan Isuzu Panther sebagai "Rajanya Diesel" pun sebenarnya tidak salah, karena memang performanya (kekuatannya) dan nilai ekonomisnya sangat tinggi (irit dan perawatan mudah), hal ini sudah teruji selama puluhan tahun.
diantara varian Isuzu Panther yang lain (Touring, SMART, LV, LS), Panther Grand Touring (GTR) adalah menjadi varian tertinggi. Hal ini bisa dilihat dari tampilan luar yang lebih banyak ornamennya seperti side body moulding, spion yang dibenami lampu sein, roof rail, dan velg dengan sentuhan black chrome.
Sementara pada kabinnya Panther GTR sudah memakai jok dari kulit, sedangkan pada fitur entertaiment sudah memakai single DVD in-dash monitor, sementara pada varian Isuzu Panther lainnya tidak ada.
Karena Isuzu Panther dirancang sebagai passenger car atau mobil penumpang atau mobil keluarga, seluruh varian Panther baik yang Touring, Smart sampai GTR sebenarnya mampu memuat penumpang sampai 9 orang Plus barang bawaan, jadi benar-benar berbeda dengan mobil-mobil MPV 7 penumpang.
Eksterior Isuzu Panther Grand Touring
Mobil yang menjadi rival Toyota Kijang Innova ini memiliki kesamaan desain dengan Chevrolet Tavera, terdapat side body moulding, foot step (pijakan kaki) samping, cover spion luar dengan lampu sein (belok), roof rail, fog lamp dan tutup ban cadangan pada pintu belakang.
Sejak generasi pertama Isuzu Panther yang muncul Tahun 1991, dan generasi kedua yang muncul di Tahun 1996, kemudian generasi ketiga 2000 an model mobil ini tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan, orang bisa tahu itu adalah panther meskipun belum pernah melihatnya atau hanya pernah melihat model lawasnya.
Akan tetapi pada awal 2009, Isuzu mengeluarkan versi baru dari Isuzu panther yang disebut Isuzu Panther facelift, Perubahan paling siginifikan terlihat pada bagian grill (bagian depan) dan pada bagian buritan (lampu belakang).
Untuk tipe GTR sendiri masih menawarkan penampilan bergaya adventure. Dengan ground clearance tinggi serta aplikasi over fendermenciptakan kenyamanan saat berkendara di jalan banjir sekalipun.
Lalu, striping baru bermotif tribal yang melekat pada bodi samping dari depan hingga belakang mencerminkan unsur ke-macho-an yang dimiliki Panther GTR.
Desain kaca spion yang modern
Kesan sedikit modern diperoleh berkat spion samping dengan covermotif krom yang dilengkapi lampu belok transparan putih berkombinasi garis pinggir biru dan warna lampu sinyal kuning. Pada atapnya terdapat roof rail yang juga bisa ditambahkan optional roof box untuk menaruh barang bawaan di saat melakukan perjalanan panjang.
Interior Isuzu Panther GTR
Untuk interior penyematan sistem audio dan visual Panther Grand Touring sudah cukup baik, yakni head unit dengan monitor dan DVD player keluaran Kenwood KVT 534 DVD berfitur suara Dolby, DTS 2.0 Digital Output dan DIVX. Suara audio mumpuni dihasilkan melalui satu unit subwoofer, serta speaker yang terdapat di keempat doortrim-nya.
"Perlengkapan standar memadai untuk pengalaman audio visual yang berkesan"
Unsur kemewahan terpancar dari semua kursi yang terbungkus kulit berwarna krem. Tak hanya itu, di bawah headrest kursi pengemudi dan penumpang depan terdapat motif tribal dari latar kulit yang dijahit pada permukaan jok berkelir krem. Warna dengan balutan kulit senada juga tampak pada konsol boks tengah yang juga diberikan emblem kulit berlogo Isuzu Panther Grand Touring.
Bagian penumpang belakang di baris kedua maupun ketiga tak perlu khawatir kepanasan. Lantaran, terdapat AC double blower yang menempel di plafon pilar C untuk mengalirkan udara sejuk.
Daya tampung bisa memuat 8 orang. Jok tengah bisa diisi 3 orang dengan cukup lega, begitu pula dengan bagian belakang, 3 orang. Ruang bagasinya cukup untuk menaruh beberapa tas dan barang belanjaan. Tapi jika ingin ruang lebih besar, bangku baris ketiganya dapat dilipat.
Performa & Kekuatan Mesin Isuzu Panther Grand Touring
Kendaraan ini digerakkan mesin (4JA1-L ), 2.499 cc atau biasa disebut 2500 cc dan dilengkapi sistem direct injection serta turbocharger, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 80 Ps pada putaran mesin 3.500 rpm dan torsi sebesar 19.5 Kg.m pada putaran mesin 1.800 rpm. 
Sementara untuk akselerasi dari kecepatan 0 sampai 100 km per jam tak perlu memakan waktu lama berkat pemasangan peranti tenaga spontan (turbocharger).
Mengendarai Isuzu Panther di Musim Hujan
Pembaca mobilku.org tak perlu ragu untuk berkendara saat musim penghujan bahkan melintas jalan banjir, karena dalam ruang mesin diesel tidak terdapat komponen elektrikal seperti distributor atau kabel busi yang dapat mengakibatkan hubungan arus pendek (korsleting).
Disamping itu, pada semua tipe Panther juga telah mengadopsi teknologi direct injection sehingga tidak memerlukan pemanas solar saat dihidupkan dalam kondisi dingin.
Suspensi Isuzu Panther
Sementara, kinerja suspensinya lumayan empuk dalam meredam jalan berlubang. Gejala body roll pun hampir tidak ada saat mobil dipacu di atas kecepatan 90 km/jam. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi faktor kenyamanan penumpang
Kesimpulan tentang Isuzu Panther
Panther merupakan satu-satunya MPV (Multi Purpose Vehicle) milik Isuzu. Mesinnya terkenal irit dan bandel sejak era 1990-an. Saat itu mobil keluarga yang dirakit di Indonesia ini head to head dengan Toyota Kijang.
Jika Toyota Kijang telah berevolusi menjadi Innova, Isuzu tetap bertahan dengan model konvensionalnya. Baru pada 2009 pihak produsen membuat versi facelift meliputi perubahan pada grille, lampu depan dan juga belakang. Sedangkan, mesin (4JA1-L), 2.500 cc masih tetap di pertahankan.
Untuk konsumsi bahan bakarnya mampu menorehkan pemakaian 1 liter minyak solar untuk jarak 14 km, terbilang ekonomis untuk ukuran mobil keluarga. Nah, jika berminat menebusnya, tak perlu khawatir soal suku cadang karena masih tersedia dan juga terjangkau. 
Harga jual bekasnya juga terbilang sangat sulit jatuh karena peminat second nya pun berjibun

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini