5 Hal Sepele ini Sebabkan Mesin Mobil Overheat

Memiliki mobil artinya kita juga harus siap dengan perawatan rutin mobil seperti: mengganti oli mesin tiap 8 sampai 10 ribu km, mengganti oli transmisi tiap 20 ribu km, ganti busi tiap 20 ribu km, service rutin tiap 5000 km dan lain-lain.
Nah merawat mesin mobil ini memang harus dilakukan karena jika tidak maka akan menurunkan performa mesin dan bahkan mobil bisa mogok tiba-tiba, hal ini contohnya: busi yang sudah terlalu banyak kotoran, ruang bakar sudah penuh endapan karbon dan lain-lain.
Sedangkan di masalah pendingin mesin, ada 5 hal yang sebenarnya sepele tapi bisa menyebabkan pendinginan tidak bekerja dengan optimal, dan dampaknya jika sistem pendingin mesin tidak bekerja maka suhu mesin akan sangat cepat panas meskipun hanya dipakai sebentar (suhu tinggi ini bisa dilihat pada indikator suhu).
Mobil overheat atau mesin kepanasan atau naiknya suhu mesin sampai jarum indikator menunjuk area merah sangat berbahaya karena bisa menyebabkan komponen-komponen dalam mesin mengalami kerusakan, komponen logam memuai melebihi batas dan bergesekan dengan komponen lain sehingga menyebabkan kerusakan yang fatal pada mesin.
baca: Ini yang seharusnya dilakukan saat mobil mengalami overheat di jalan
Kerusakan fatal lain saat memuai terlalu besar kemudian saat menyusut dia tidak menyusut sepeti bentuk awal komponen sehingga mesin jadi rusak dan tidak bisa dipakai lagi (harus ganti komponen).
Sebenarnya ada 5 penyebab mesin overheat, yang sebenarnya ini bisa dihindari karena termasuk hal kecil/ sepele antara lain:
1. Tutup radiator sudah aus
Tutup radiator ini meskipun kelihatannya sepele (tutup kecil) tetapi fungsinya lebih dari sekedar menutup saja karena dia juga berfungsi sebagai pengatur tekanan udara pada radiator, tutup radiator ini menjadi sistem buka tutup (pengatur) air yang mengalir pada reservoir dan radiator.
Jika tutup radiator rusak maka air radiator akan cepat habis dan tabung air cadangan akan cepat penuh,,, jika air radiator cepat berkurang/ habis maka kita harus siap2 sedia air cadangan untuk dumasukkan dalam ketika suhu mesin meninggi, padahal jika tutup normal kita memasukkan air radiator cukup membuka tabung reservoir aja dan tidak perlu mengotak atik tutup radiator (nah sangat merepotkan bukan jika tutup radiator rusak)
2. Motor kipas radiator mati
Pada sistem pendingin dengan air (radiator) dibutuhkan kipas untuk menghembuskan udara pada radiator agar panas mesin bisa terbuang bersama udara, nah jika motor kipas radiator mati maka tidak ada udara yang membawa panas dari radiator sehingga air di radiator tetap saja panas meskipun bersirkulasi.... ibaratnya AC/ kulkas yang kehabisan freon.
Putaran kipas yang sudah lemah juga bisa menyebabkan sistem pendinginan tidak bekerja dengan baik, mobil sering kepanasan jika dipakai untuk perjalanan yang lama/ perjalanan panjang.
3. Thermostat rusak
Thermostat ini komponen kecil penghubung antara radiator dengan mesin, nah setelah ari panas dari bagian mesin dialirkan ke radiator...maka di radiator air tersebut didinginkan dan kembali di kirimkan ke mesin untuk mengambil panas mesin dan kembali didinginkan di radiator (berputar terus).
Nah tetapi setiap aliran air dari dan ke mesin atau radiator pasti melewati thermostat ini, thermostat ini istilahnya kran air yang bisa membuka dan menutup untuk mengatur air dingin atau panas. Jika suhu mesin panas maka maka thermustat akan membuka untuk mengalirkan air dari radiator, jika suhu mesin dingin maka thermostat akan tetap menutup agar mesin cepat panas mencapai suhu optimumnya yakni 80 an derajat celsius.
Thermostat akan membuka jika suhu mesin mencapai 82 derajat celsius (kebanyakan thermostat), kerusakan thermostat ini membuat sistem pendinginan mesin menjadi kacau dan bisa saja thermostat tidak mau membuka meskipun suhu dalam mesin sangat panas...jika ini yang terjadi maka percuma saja air dingin di radiator tidak bisa mengalir ke mesin
Baca: Dampak buruk mencabut thermostat
4. Radiator bocor
Nah ini masalah yang sangat umum karena pada usia tertentu radiator mobil memang akan bocor karena korosi atau karat, atau juga bisa disebabkan oleh benturan dengan komponen lain karena radiator ini cukup mudah rusak (rapuh).
Memperbaiki radiator bocor, ini harga perbaikannya
Selain radiator bocor, kerusakan juga bisa disebabkan radiator tersumbat oleh karat-karat sehingga sistem pendinginan tidak bekerja dengan cepat/ optimal... bocor dan tersumbat ini bisa dibenahi di tukang service radiator dengan biaya antara 150 sampai 250 ribu rupiah. Tergantung bahan yang dipakai untuk perbaikan, jika dari besi murah, dari plastik juga murah tinggal pasang-pasang aja tidak perlu pengelasan, dari tembaga biasanya yang mahal.
5. Air radiator habis/ berkurang
Air radiator memang bisa habis atau berkurang (karena panas dan penguapan) bahkan jika sistem pendinginan baik-baik saja (tidak ada masalah), tetapi biasanya air radiator berkurang/ habis jika sudah dipakai 6 bulan.
Hal ini adalah hal yang wajar, asalkan habisnya air tidak dalam waktu yang singkat misalnya 2 minggu air sudah habis, maka itu jelas bermasalah.
Saran dari admin mobilku.org periksalah kitinggian air tabung reservoir radiator tiap 3-4 bulan sekali, lakukan penambahan air jika air pada tabung reservoir sudah terlihat sedikit atau mencapai batas minimum.
Nah 5 hal diatas adalah hal sepele yang bisa menyebabkan mesin mobil overheat atau suhu mesin sangat tinggi

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini