Pertimbangan Beli Mobil LCGC Bekas

Membeli mobil bukanlah perkara gampang karena ini termasuk uang besar, apa lagi membeli mobil LCGC bekas akan lebih banyak yang diperhitungkan. Selain uang yang menjadi pertimbangan antara lain: tipe mobil (varian), sistem transmisi, mesin, history service, tahun keluaran, kondisi fisik kendaraan, kondisi mesin, dll.
Membeli mobil LCGC ini unik karena karakternya yang berbeda dengan mobil kebanyakan, hal ini karena: mobil LCGC umumnya murah, mobil LCGC umumnya dipakai di perkotaan, mobil LCGC umumnya minim fitur, mobil LCGC yang dijual kebanyakan dipakai 2-4 tahun.
Nah kali ini www.mobilku.org akan memberikan tips atau ulasan bagaimana kita membeli mobil LCGC bekas seperti Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R, Toyota Agya, dll. Ambil contoh kita akan membeli mobil Toyota Agya, berikut tips nya:
Pertimbangkan Varian Mobil
Mobil LCGC umumnya memiliki fitur yang minim, oleh karena itu kita harus jeli mengenai varian mobil yang akan kita beli. Toyota Agya memiliki lima tipe yakni:
Tipe E (yakni yang paling murah/ paling rendah), Tipe G (tipe menengah) dan tipe TRD (tipe tertinggi).
Karena mobil ini mobil murah, biasanya selisih fitur antara varian termurah dengan viarian diatasnya cukup tinggi (untuk mengejar predikat termurah, maka varian terendah fiturnya dipangkas habis).
Nah sebaiknya pecinta otomotif membeli mobil LCGC paling tidak varian menengahnya, kalau untuk Agya minimal tipe G, lebih bagus jika dapat tipe TRD S karena fiturnya akan paling bagus.
Orang membeli mobil baru biasanya sangat memperhatikan tipe ini karena berkaitan dengan harga dan fitur, nah sedangkan membeli mobil bekas biasanya jarang memperhatikan varian... yang dilihat hanya harga dan tahun keluaran. Ujung-ujungnya menyesal karena fiturnya dirasa masih kurang dan harus menambah budget lagi untuk melengkapinya.
Pertimbangan Sistem Transmisi
Sistem transmisi ini selain terkait dengan harga juga kemudahan kita nantinya, jika pecinta otomotif berdomisili di kota besar seperti Jakarta kami rekomendasikan memilih mobil yang bertransmisi matic (otomatis), karena mobil matic akan sangat membantu dikala macet (tidak kecapekan bermain dengan pedal kopling).
Jika pecinta otomotif tinggal di pinggiran kota/ pedesaan yang jarang terkena macet pilihan transmisi manual akan lebih recomended, disamping harganya lebih murah transmisi manual juga lebih hemat bahan bakar. Sebagai perbandingan untuk mobil Agya matic konsumsi BBMnya 1:13,5 (dalam kota) dan 1:18,5 (bebas hambatan), sedangkan Agya manual konsumsi BBMnya 1:15 (dalam kota) dan 1:21,3 (jalan bebas hambatan).
Karakter Mesin 3 Silinder
Mobil LCGC kebanyakan memakai mesin 3 silinder kecuali honda Brio Satya dan Toyota Calya, nah mesin 3 silinder ini cukup memberikan getaran daripada mesin 4 silinder akan tetapi lebih irit bahan bakar. mesin 3 silinder yang diaplikasikan pada mobil kecil kami rasa bukan masalah yang berarti karena bobot mobilpun ringan.
Memang jika dibandingkan dengan 4 silinder masih recomended 4 silinder, akan tetapi sebenarnya 3 silinderpun tidak masalah untuk mobil ringan LCGC yang mengedepankan konsumsi BBM yang hemat dan lincah di jalanan perkotaan.
Kondisi fisik/ body mobil
Kebanyakan konsumen yang membeli mobil LCGC adalah konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil sehingga belum berpengalaman dalam mengemudi, perhatikan body mobil (cat dan plat) apakah ada bekas cat baru (biasanya kalau ada warna cat yang berbeda adalah bekas kecelakaan), perhatikan apakah mobil masih seimbang (tidak miring ke salah satu sisi dan sasis masih simetris).
Paling mudah buka kap mesin lalu amati pada sebelah dalam grill, kalau ada yang berbeda (warnanya) perlu diwaspadai, kondisi lecet-lecet pada body juga bisa menurunkan harga mobil. Harga mobil Agya paling murah adalah sekitar 70 jutaan, jika kondisi ada baret-baret yang tidak sampai mempengaruhi keseimbangan mobil (sasis dan kaki-kaki) bisa dinego.
Test Drive
Mobil ini bukanlah mobil baru, apa lagi untuk keluaran pertama mobil LCGC seperti Agya usianya bisa mencapai 4 tahun sehingga harus dicek kondisi mesinnya apa lagi jika mobil tidak diservice secara rutin...
Hidupkan mobil dan rasakan apakah ada suara-suara aneh saat dihidupkan, lalu coba jalankan mobil dengan perlahan dan rasakan apakah ada suara gemblodak pada body (kabin dan kaki-kaki), rasakan saat berjalan pelan apaka suara mesin normal.
Lakukan test drive di jalan menanjak dan turunan untuk mengetes performa mesin dan rem, lalu coba di tikungan untuk merasakan steering apakah masih bagus atau sudah tidak bagus. sedikit di jalan berlubang/ polisi tidur juga boleh untuk mengecek apakah ada suara tidak normal pada bagian kaki-kaki (roda dan shock).
Kondisi jalan macet seperti ini LCGC matic sangat recomended saat seperti ini
Saat berjalan bisa dicoba fitur-fitur mobil seperti wiper, headlamp, lampu sein, lampu rem, lambu kabin, kondisi dashboard, seatbelt, rem tangan, dll.
Terakhir setelah test drive coba lihat bagian bawah mobil apakah ada rembesan oli, antara lain pada: kaki-kaki (roda), power steering, mesin bagian bawah, shockbreaker, dll. Pokoknya buka kabin apakah ada jelaga (oli) atau ada rembesan oli dibawah, biasanya terlihat jika kita melihat dari bawah mobil bagian depan
Historic Service
Histori service atau service mobil yang lalu akan menjadi pertimbangan kita dalam membeli mobil, usahakan mencari mobil-mobil yang selalu diservice secara rutin di bengkel resmi mobil (auto 2000 atau Honda Mandalasena atau yang lain). Jika servicenya (tune up, ganti oli, ganti filter, dll) tidak dilakukan di bengkel resmi maka siap-siap ada yang harus kita ganti :-) karena bisanya di bengkel non resmi service di akal-akal, beda dengan di bengkel resmi kalau rusak diganti.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini