Demo Taksi Online Marak dan terjadi Di Beberapa Kota Besar

Demo Sopir angkot terhadap angkutan ilegal makin menyebar kebeberapa kota besar di Indonesia, tidak hanya di Jakarta akan tetapi sudah merambah ke Jabotabek, Banten, Bandung, Jogja, Semarang, Malang, Denpasar dan kota-kota besar lain.
Taksi online seperti grab, uber, atau kendaraan rental berplat hitam yang akhir-akhir ini menjamur membuat pendapatan sopir angkot menurun drastis. Sopir angkot juga mendemo agar ojek online juga diblokir (tidak diijinkan beroperasi), admin mobilku.org yang kebetulan berdomisili di malang juga merasakan bagaimana pendapatan Sopir angkot sangat turun akibat Gojek dan taksi online serta rental mobil ilegal.
Di malang mikrolet/ angkot sekarang hanya mengangkut 2-3 orang saja rata-rata sehingga untuk beli bensin saja tidak cukup apa lagiuntuk dapat untung... dan sudah 5 hari ini sopir angkot di malang melakukan mogok masal (seluruh angkot di Malang tidak boleh jalan). Sopir angkot di Kota Malang menuntut ke wali kota malang Abah Anton agar Gojek tidak diijinkan beroperasi, selain itu mobil-mobil berplat hitam juga tidak boleh seenaknya dipakai mengangkut penumpang.
Menurut admin www.mobilku.org aksi demonstrasi sopir angkot ini sebenarnya tidak salah, karena menurut aturan sebenarnya yang bisa digunakan untuk kendaraan komersial adalah kendaraan berplat kuning dan yang memiliki jalur/ ijin resmi dari pemerintah kota. Jadi mobil rental plat hitam atau taksi onleine sebenarnya melanggar aturan karena dia menarik penumpang padahal mobilnya tidak memiliki ijin untuk menarik penumpang... terlebih dia tanpa trayek (bisa berjalan kemasa saja sesuka hati).
Untuk gojek sebenarnya juga salah secara aturan, mengapa? karena secara aturan sepeda motor tidak diperbolehkan untuk mengangkut/ membawa penumpang/ untuk komersial karena faktor safety, selain itu sepeda motor yang dipakai juga berplat hitam yang tidak memiliki ijin mengangkut penumpang.
Salah satu sopir angkot mengatakan bahwa kami berdemo bukan masalah online atau tidaknya, akan tetapi masalah legal atau tidaknya... online tidak masalah asalkan legal (berplat kuning dan memiliki ijin yang sah dari pemerintah kota untuk membawa penumpang dan juga memiliki trayek tertentu), ungkapnya saat admin www.mobilku.org bertanya ke salah satu pendemo di Kota Malang.
Semula admin mobilku.org mengira demo sopir angkot ini hanya ada di malang, akan tetapi mereka mengatakan bahwa demo ini terjadi secara nasional mulai jakarta dan kota-kota besar lain seperti Tangerang, Semangang, Jogja, Bandung, Malang dan Juga Denpasar... Tuntutannya hampir sama meskipun bentuk aksinya berbeda, ungkapnya
Di Badung tadi siang terjadi pengerusakan mobil Avanza oleh para pendemo (sopir angkot), penyebabnya sepele yakni Avanza tersebut dikira taksi online...lalu tanpa ba bi bu mobil dirusak kacanya (kaca depan samping dan belakang) menggunakan batu dan tangan kosong.
Di tangerang sebanyak 1000 angkot menggeruduk Pemerintah Kota menuntut agar menghapuskan angkutan ilegal (tanpa trayek dan plat hitam)...mereka menanyakan legalitas taksi online.
Di bali Para sopir taksi bahkan secara lugas mengatakan bahwa mereka menuntut Pemprov Bali memblokir Garb dan Uber.
Seharusnya memang pemerintah tegas dalam melaksanakan aturan, jika sudah diatur dan ada yang melanggar aturan harusnya cepat ditindak, bukannya dibiarkan... fenomena angkutan ilegal ini menurut admin mobilku.org sangat merugikan sopir-sopir angkot
Banyak orang yang sinis terhadap fenomena angkutan ilegal ini dan mengatakan kenapa tidak boleh? kan semua orang butuh kerja dan butuh makan?? katanya.... lha iya butuh kerja kan bisa jualan gorengan/ jual nasi goreng/ nasi pecel/ pulsa dan lain-lain yang legal dan tidak menyalahi aturan. Kasian sopir angkot itu orang kecil, mereka lebih butuh....

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini