Cara Menghemat Bensin Mobil ala mobilku.org

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat bensin; mulai dari modifikasi mesin, penggunaan ban yang tepat, memilih waktu berkendara sampai cara mengemudi yang tepat. Nah artikel kali ini adalah beberapa cara yang biasa dilakukan kebanyakan pemilik mobil untuk menghemat bensin, sekaligus satu tips dari admin mobilku.org:
Kondisi Mobil
Mesin yang kurang dipelihara/ diservice (secara rutin) seringkali tidak optimal dalam melakukan pembakaran BBM akibatnya selain mobil lebih boros juga tarikan menjadi lebih lambat, nah berikut ini adalah komponen yang biasa diperbaiki/ diservice untuk mendapatkan pembakaran yang optimal untuk menghemat bensin:
* Ganti busi tiap 20 ribu kilometer, dan bersihkan busi tiap 5000 km
Busi yang kita gunakan erat kaitannya dengan pembakaran di ruang bakar, busi yang kotor akan menghambat percikan api yang seharusnya lancar, percikan yang kecil bahkan busi mati menyebabkan bensin yang masuk tidak terbakar sempurna dan banyak terbuang
* Perbaiki ruang bakar jika ngobos
Satu goresan pada dinding silinder bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, jika mobil mengeluarkan asap putih pertanda ada masalah di ruang bakar seperti ring piston, seal klep, dll
* Pakai oli yang tepat, gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin. menurut pengalaman admin memakai oli yang encer bisa meningkatkan performa mesin mobil sepanjang kekentalannya masih bisa diterima oleh mesin. Sebagai contoh mobil katana admin sebelumnya diisi oli 20w-50 terasa berat, kemudian admin coba memakai oli 10w-40 mobil lebih ringan dan lebih hemat BBM. Untuk penggantian oli ini pastikan bahwa mesin bisa menerima oli tersebut, jika ragu-ragu tanyakan pada ahlinya (montir/ bengkel resmi mobil)..telepon saja bisa ke bengkel untuk tanya oli yang tepat
* Bersihkan ruang bakar dan karburator/ injector, membersihkan ruang bakar ini bisa dilakukan saat performa mobil mulai turun atau tarikan mobil mulai berkurang, biasanya ditandai dengn suara ngelitik yang mulai ada ketika melewati jalan sedikit menanjak (sebelumnya tidak ngelitik). Sedangkan tanda karburator/ injektor kotor adalah mesin sering tersendat terutama saat digas, pembersihan karburator dan ruang bakar ini biasanya dilakukan sekaligus dengan menyemprotkan pembersih di karburator lalu menuju ruang bakar yang sekaligus membersihkan kotoran di ruang bakar mobil
* Kurangi bobot mobil
Makin kecil bobot mobil (ringan) maka kerja mesin juga makin ringan, keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil
* Tekanan angin yang tepat
Tekanan angin ban mobil sangat berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara, konsumsi bahan bakar, akselerasi, dll. Nah khusus pengaruhnya pada BBM; makin tinggi tekanan ban mobil maka mobil akan makin cepat berakselerasi dan lebih hemat bahan bakar.
Akan tetapi tekanan ban terlalu tinggi juga berbahaya resiko ban meledak, tergelincir dan juga sangat tidak nyaman. Oleh karena itu tekanan ban yang ideal sesuai permintaan mobil bisa menjadi titik kompromi agar mobil tetap hemat bensin dan juga nyaman dan aman
* Pakai BBM yang tepat
Memakai bahan bakar yang tepat bisa membuat timing pembakaran di ruang bakar sesuai dengan permintaan mesin dengan tekanan udara di dalam ruang bakar, jika BBM tidak sesuai dengan permintaan mesin membuat BBM tidak terbakar sempurna, ada ketidakseimbangan dalam ruang bakar
Cara Mengemudi
Selain dari teknis kondisi kendaraan, cara mengemudi juga sangat mempengaruhi keiritan BBM mobil. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghemat BBM saat berkendara:
1. RPM Mesin yang tepat
Usahakan saat berkendara putaran mesin mobil berada di antara 2200 sampai 3000 Rpm, pada putaran mesin tersebut mobil dalam kondisi yang irit bensin dan tenaga yang ideal.
Jangan kebanyakan memakai mobil pada putaran dibawah 2200 Rpm (misalnya 2000) karena hal itu justru boros bensin karena mobil tidak punya momentum untuk menambah kecepatan/ berakselerasi.
Pada RPM diatas 3000 juga jangan terlalu sering karena boros BBM, gunakan RPM tinggi jika memang benar-benar diperlukan misalnya menyalip/ menanjak/ berakselerasi spontan, dll akan tetapi untuk berjalan stabil gunakan 2200 sampai 3000 Rpm saja
2. Jangan terlalu sering menginjak rem
Menginjak rem terlalu sering pastilah juga akan menginjak gas untuk berjalan lagi setelah mobil menjadi pelan, nah pada dasarnya yang menyebabkan boros BBM bukan menginjak remnya akan tetapi mengegas setelah menginjak rem. Untuk menghindari hal ini gunakan kecepatan yang sesuai (tidak terlalu cepat) dan tidak terlalu lampat menyesuaikan dengan kecepatan lalu lintas saat itu
3. Kecepatan mobil Ideal antara 50 Kpj sampai 80 km/jam
Berkendara terlalu pelan dibawah 50 km/jam ternyata lebih boros dibanding berkendara dengan kecepatan 50 km/jam akibat mobil kehilangan gaya akselerasi (momentum), sedangkan mengendarai mobil dengan kecepatan diatas 100 km/jam juga lebih boros BBM dibanding kecepatan dibawah 100 km/jam karena aerodinamis mobil. Sedangkan kecepatan ideal adalah antara 50 km/jam sampai 80 km/jam karena pada kecepatan tersebut mobil masih memiliki momentum dan juga aerodinamis yang masih bagus, pada kecepatan max 80 km/jam angka kecelakaan juga jauh lebih rendah dari kecepatan diatas 80 km/jam
4. Berkendara secara halus
Berkendara secara halus ini artinya tidak menginjak gas dengan spontan. Tidak agresif dalam mengerem, mengegas, menikung dan aktifitas mengemudi lainnya..lakukan dengan perlahan. Cara ini selain bisa menghemat BBM juga bisa menghindarkan dari kecelakaan
Tips dari mobilku.org
Nah satu lagi adalah tips dari admin mobilku.org yang dicoba beberapa hari lalu yakni optimalkan RPM mesin saat stationer, dengan cara mengecilkan gas saat mobil stationer. Artinya saat stationer (stabil) RPM mesin berada dibawah 1000 Rpm, saat mobil di starter dan pedal gas dilepas jarum RPM mesin menunjukkan angka sekitar 700 Rpm.
Setelah admin mobilku mencoba hal tersebut ternyata cukup lumayan menghemat bensin, sebelumnya saat stationer (pedal gas dilepas) jarum RPM mesin menunjukkan 1000 Rpm sekarang gasnya saya kurangi menjadi 700 Rpm lumayan menghemat bro..
mungkin penjelasannya akan ada 300-400 Rpm (putaran mesin) yang terbuang sia-sia jika kita setelan standar gas di 1000 Rpm atau lebih (1000-1100), bayangkan jika 300-400 Rpm itu menyala selama beberapa jam (akumulas dalam perjalanan apa lagi sering macet).
Memang jika gas dibuat kecil mobil harus dipanasi dulu sebelum dikendarai (30 detik sampai 1 menit) agar gas stabil, akan tetapi kalau sudah stabil akan enak digunakan dan lebih irit.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini