Cara Mengemudi Mobil Offroad bagi Pemula

Mengendarai mobil offroad sangat menyenangkan, selain untuk menyalurkan hoby bagi yang suka ke alam, juga bisa sebagai olahraga mobil...Sekarang banyak lomba-lomba/ kejuaraan mobil offroad yang basicnya adalah olahraga (sport).
Nah ternyata mengemudikan mobil di jalan bukan aspal/ jalanan ekstim seperti jalan tanah, lumpur berbatu, tanjakan, jalan miring, turunan licin dan sebagainya membutuhkan keterampilan tersendiri... ada pedoman-pedoman atau teknik-tekni yang biasa dipakai oleh offroader untuk melibas kondisi jalan ekstrim tersebut, paling tidak ada 4 hal dasar yang wajib dikuasai bagi seorang pemula untuk memulai olahraga ini yakni:
1. Cara menanjak curam
2. Cara melewati jalanan miring
3. Cara melewati turunan curam
4. Tipe jalan yang dilewati
Cara menanjak Curam di Track Offroad
Jika mobil yang dipakai sudah memenuhi spesifikasi offroad misalnya mesinnya, rodanya, penggeraknya, dll artinya secara teknis mobil sudah mampu melewati tanjakan. Nah kebanyakan pengemudi pemula akan merasa mobilnya tidak kuat menanjak dan secara panik menambah injakan pedal gas saat ditengah tanjakan, padahal hal ini justru membuat mesin mobil keberatan dan ujung-ujungnya mati ditengah tanjakan.
Sebelum menanjak sebaiknya pengemudi mengganti gigi ke gigi paling rendah misalnya pada gigi 1 pada mobil offroad manual atau 1 (L) untuk mobil offroad matic, kemudian menjalankan mobil dengan mempertahankan tordi di RPM 3000 sampai 3500 Rpm karena biasanya torsi (kemampuan membawa beban) maksimum ada pada putaran mesin 3000-3500 Rpm
Mobil akan berjalan pelan pada gigi 1 di torsi 3500 Rpm dan pengemudi tidak perlu panik dengan menambah injakan gas, cukup dipertahankan saja.
Selain itu pengemudi juga harus hati-hati dengan karakter jalan, hindari jalan licin (berbatu licin), selain itu jika melewati jalan tanah pertimbangkan pula kekuatan pijakan (jalan), carilah jalan tanah yang lebih keras dan kuat serta tidak miring.
Melewati Turunan Curan di Jalan Offroad
Jika menanjak lebih ke mempertahankan gas dan putaran mesin di 3500 Rpm maka melewati turunan lebih pada memainkan rem dengan tepat.
Jika mobil memiliki fitur 4x4 maka manfaatkan fitur tersebut untuk menurun, yang pertama dilakukan adalah memposisikan tuas transmisi pada gigi terrendah yakni gigi 1 pada mobil manual atau di 1 (L) pada matic.
1. Dari atas tanjakan/ sebelum turunan mulailah dengan sangat pelan dengan memakai gigi 1 dan tidak menginjak rem,
2. Rencanakan rute dan pilih track yang paling minim resikonya (hindari jalan miring, di tepi tebing, jalan rapuh, jalan licin berbatu, jalan tidak rata).
3. Gunakan rem mesin lebih dahulu, jika mobil masih meluncur ke bawah terlalu cepat baru sahabat mobilku.org bisa menginjak pedal rem dengan halus atau lembut, cara menginjaknya juga jangan spontan tapi pelan-pelan untuk menghindari selip/ terpeleset/ ban kehilangan cengkeraman ke jalan. cara pengereman juga bisa dilakukan dengan mengocok pedal rem (berulang-ulang) atau kita kenal dengan teknik pengereman pulse
4. Jika pada ban belakang licin (bagian belakang mobil) sampai bergeser ke samping kanan atau kiri pengemudi tidak perlu panik, tambah injakan pedal gas secukupnya dan sedikit sesuaikan roda depan untuk meluruskan posisi mobil pada jalan.
Melewati jalanan miring
Tak jarang kita jumpai track yang miring di jalanan offroad, secara teori kebanyakan mobil bisa melewati jalanan miring dengan sudut kurang dari 40 derajat (sudut kemiringan 40 derajat), jika lebih dari 40 derajat apa lagi lebih dari 45 derajat kemungkinan besar mobil akan terguling,,,, hitung sudut kemiringan terlebih dahulu.
1. Pilih jalan yang paling minim resiko, terutama jalan berair/ lumpur (sebisa mungkin hindari) dan tentukan rutenya.
2. Saat akan melibas track miring pastikan posisi roda lurus atau tidak berbelok
3. Biasakan menyesuaikan fill ke arah kemiringan jalan, misalnya jalan miring ke arah kanan maka ban cenderung ke arah kanan
4. Melajulah dengan pelan memakai gigi 1, saat menambah gas jangan spontan tapi sehalus mungkin. Pada jalanan miring jika di gas spontan maka mobil akan terbalik karena beban jauh lebih berat di satu sisi saja (misal sisi kanan jika mering ke kanan), sementara sisi lainnya hampir tidak ada beban. Jika di gas spontan maka terjadi spin pada roda dan mobil terbalik (terutama jika kemiringan mendekati 40 derajat)
5. Saat melaju pelan tersebut usahakan arah kemudi sesuai track, jangan dibelokkan ke arah atas lintasan yang tinggi karena akan membuat mobil terbalik jika kemiringan bertambah, jika ke arah bawah boleh.
Melatih Insting berkendara dengan belajar
Bermain offroad bukan hanya sebatas teori akan tetapi harus praktek untuk melatih filling, cobalah mulai belajar ditemani yang sudah berpengalaman. membaca sedikit teori juga perlu agar tidak malu-malu amat saat belajar nanti.
Asal insting berkendara di jalan yang minim resiko, jangan langsung di alam liar bisa-bisa masuk jurang. Latihan di track yang sudah ada saja (lintasan biasa untuk offroad) dan tidak di pinggir jurang/ lereng pegunungan.
Yang terakhir jika anda ragu jangan dilakukan.
Artikel sebelumnya: Cara belajar mengemudi

1 komentar:

  1. kalau yg di video di youtube itu kok malah L300 nya injek dalem pedal gas malah bisa nanjak, eee strada full offroad yg ngegas di 3000rpm malah ngoyo trs nyangkut ditengah2 tanjakan, kesimpulan pribadiku : pakai feeling dan liat kondisi jalannya brow....

    BalasHapus