Setelah lewati hujan deras, apa wajib cuci mobil?

Pada musim hujan setiap hari akan terjadi hujan, menimbulkan menimbulkan masalah tersendiri bagi pemilik mobil terlebih jika sehari-hari kita beraktifitas menggunakan mobil misalnya berangkat ke kantor, menjemput anak sekolah, urusan bisnis, dll.
Yang terjadi pada mobil saat melewati hujan
Mobil akan sangat kotor saat melewati hujan deras. Biasanya kondisi jalan yang basah akan bercampur dengan debu, pasir, lumpur, kotoran sampah, air selokan dan lain sebagainya (tergantung lokasi).
Kotoran ini paling banyak menempel pada bagian kolong dan spakbor mobil, kemudian juga bagian bodi atau eksterior mobil seperti kaca dan cat mobil. Ternyata kotoran ini juga tergantung tempatnya sob (jalan yang dilalui), jika melewati jalan perkampungan/ perkotaan yang kotor banyak sampah tentunya zat terlarut dalam air makin parah, akan tetapi jika melewati jalanan pedesaan yang masih relatif bersih lingkungannya belum tercemar maka biasanya kotoran hanya berupa lumpur/ debu/ sedikit pasir.
Kotoran-kotran ini akan menempel pada permukaan mobil dan jika tidak dibersihkan akan menimbulkan kerak, kotoran juga bisa menyebabkan cat mobil mudah buram akibat terjebaknya air dalam kotoran tersebut, air bisa melembabkan cat dan jika lembab maka cat akan mudah buram.
Air hujan menyebabkan karat
Kandungan air hujan berbeda-beda di setiap tempat, misalnya di daerah yang dekat laut maka uap air memiliki kandungan garam yang lebih banyak dibanding air huja di pegunungan atau yang jauh dari laut, tak hanya kandungan garam saja air hujan juga membawa zat-zat terlarut lain misalnya di jakarta yang banyak polusinya maka kandungan polutan yang ada pada air hujan jauh lebih banyak dibanding di daerah bogor yang relatif sedikit polusi. Bahkan pada daerah tertentu sering kita mendengar hujan asam, yakni kandungan air hujan yang tercemar akibat limbah pabrik.
Banyak yang mengatakan air hujan menyebabkan karat pada bodi mobil, hal ini benar karena kandungan air hujan memang berbeda dengan air dari mata air atau air tanah terutama kandungan oksigennya.
Air hujan selain memiliki kandungan garam juga memiliki Ph yang tidak netral (antara 3-5) atau cenderung basa, dimana salah satu penyebab karat adalah kondisi Ph yang tidak netral (asam atau basa). Secara umum berikut adalah penyebab karat:
- jenis logam yang digunakan (ada logam yang mudah berkarat dan ada yang sulit)
- kelembaban udara (makin tinggi makin mudah berkarat)
- oksigen terlarut (makin banyak oksigen makin cepat berkarat)
- Ph (asam dan basa mempercepat besi berkarat)
- kandungan garam
- suhu (makin tinggi makin cepat berkarat)
Air hujan juga banyak sekali mengandung O2 atau oksigen yang diperoleh saat di atmosfir jika dibandingkan dengan air tanah/ sumur. Air hujan yang membawa oksigen, garam, kelembaban, Ph rendah ini jika menyentuh logam apa lagi masuk pada lipatan logam maka bisa merusak strukutur logam (berkarat), jika air masuk dalam sela-sela karat yang sudah terjadi maka dia akan semakin merembes kedalam logam dan membuat karat dari dalam logam.
Air menyebabkan cat buram
Bersentuhan dengan air bisa membuat cat mobil menjadi lebih lunak, nah saat lunak (kondisi basah) ini cat mobil menjadi lebih mudah buram akibat reaksi dengan udara. oleh karena itu setelah mencuci mobil sebaiknya mobil langsung dikeringkan dengan mengelapnya.
Air hujan malah semakin menyebabkan buram dibanding air tanah karena kandungan air hujan seperti oksigen terlarut, garam dan Ph tidak netral ini membuat proses kimiawi (pemburaman cat oleh udara) makin cepat terjadi.
Kondisi setelah mobil terkena hujan deras
Setelah melewati hujan deras maka bisa dipastikan kondisi mobil basar oleh air hujan dan juga kotor oleh debu/ pasir/ lumpur/ sampah/ yang lain. Nah untuk menghindari besi berkarat, cat buram dan tampilan mobil yang kotor maka ada baiknya mobil segera dicuci setelah tiba di rumah
Mencuci mobil sebaiknya memakai sabun/ shampo mobil PH balance dengan menggunakan air bersih berPH netral (antara 6,5 sampai 7,5), setelah dicuci segera di lap memakai lap micrifiber atau lap chamois agar cat cepat kering dan tidak lembab.
Jika hujan tiap hari apa wajib mencuci mobil tiap hari?
Nah ini memang yang membuat repot, karena saat musim hujan ini hujan hampir setiap hari terjadi...repot juga kan jika harus mencuci mobil terus. Toh kita hidup tidak melulu mengurusi mobil dan mpobil bukan segala-galanya, kita juga harus menghemat tenaga kita. Untuk ini www.mobilku.org punya tips sendiri menyiasati, antara lain:
1. Saat setelah melintasi hujan lebat, begitu sampai dirumah maka mobil segera diteduhkan di garasi dan secepatnya mengambil selang air untuk menyemprotnya (dengan air PDAM). Penyemprotan dilakukan dengan tekanan cukup tinggi (tekanan maksimal/ kran dibesarkan sebesar mungkin) untuk merontokkan kotoran yang menempel pada cat/ body mobil dan juga bagian kolong mobil.
2. Lakukan penyemprotan lebih bersih di bagian spakbor dan kolong mobil karena pada bagian ini biasnaya yang paling kotor dengan membawa pasir dan lumpur menyangkut di kolong mobil, kotran semisal pasir ini jika tidak dibersihkan akan sangat berbahaya karena bisa mengganggu komponen mobil seperti rem cakram, suspensi, dan lain sebagainya. Selain itu kolong mobil juga mudah berkarat jika terkena air hujan karena tidak di cat seperti body mobil (meskipun pada bagian kolong pernah dilakukan pemberian anti karat)
3. Setelah disemprot bersih sampai kotoran pada luruh ke bawah (pasir, debu dan lumpur) maka selanjutnya pecinta otomotif bisa mengelapnya dengan lap microfiber (lap lembut) atau jika tidak punya gunakan lap chamois atau lap kanebo. Jangan pakai lap selain microfiber dan chamois karena bisa menggores permukaan logam akibat sisa-sisa kotoran dan kondisi cat mobil masih lunak terkena air. Lap hingga kering lalu angin-anginkan
4. Pencucian mobil bisa dilakukan seminggu sekali, kita tetap melakukan pencucian seminggu sekali paling tidak untuk membersihkan mobil karena bagaimanapu penyemprotan tidak akan membersihkan kotoran seperti kita memakai sabun/ shampo. Mengapa dipilih seminggu sekali? karena jika tiap hari membuat kita capek, jika terlalu lama tidak dicuci mobil akan terlihat kotor (risih dilihat)
baca: cara mencuci mobil dengan benar
5. Cuci mobil jika diperlukan, nah ini juga yang sering admin lakukan misalnya kita memang sedang butuh untuk menjemput pacar atau untuk memenuhi undangan bisnis maka kita bisa mencucinya. Jadi selain dicuci tiap minggu juga dicuci jika ada perlu yang menyangkut penampilan mobil kita.
Dari pengalaman admin dengan cara menyemprot tiap hari, mencuci tiap minggu cukup efektif diterapkan, tidak terlalu menguras tenaga dan mobil tidak terlalu kotor.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini