Mobil LCGC Dilarang jadi Taksi Online, ini alasannya

Terbitnya aturan tentang penggunaan batas minimum kubikasi atau kapasitas mesin yang diperbolehkan untuk menjadi taksi online membuat mobil-mobil LCGC yang semuanya dibawah 1.300 cc tidak bisa lagi digunakan sebagai armada taksi online seperti Grab dan Uber Taxi.
Aturan tersebut tertuang dalam Permen (Peraturan Menteri) No. 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Taksi online nantinya wajib mengikuti uji KIR untuk menilai kelayakan apakah mobil tersebut layak digunakan membawa penumpang, sementara saat ini taksi online masih belum tersentuh.
Taksi online lebih menguntungkan
Banyak pengemudi taksi offline sekarang sudah berpindah menjadi pengemudi taksi online dengan bergabung di Grab Taxi atau Uber Taxi. Alasannya sederhana, karena makin sepinya penumpang taksi offline, penumpang kini lebih memilih taksi online karena lebih praktis tinggal buka aplikasi taksi di HP android mereka dan tinggal pesan, tunggu beberapa menit mobil taksi online datang
Banyak pula orang yang sengaja membeli mobil dengan cara kredit untuk dijadikan taksi online, dengan penghasilan rata-rata mencapai 200 ribu sehari mereka bisa membayar cicilan mobil dan biaya kehidupan keluarga mereka sehari-hari, ucap salah satu driver taksi online di jakarta.
Alasan pemerintah melarang mobil LCGC dijadikan taksi online
Alasan utama yang didengungkan pemerintah adalah terkait faktor safety, antara lain:
1. Kubikasi yang rendah atau mesinnya kecil dibawah 1300 cc diklaim menyebabkan kekuatan kendaraan berkurang jika dibebani 4 orang penumpang dan AC dihidupkan
2. Bobot yang ringan dibawah 1000 kg diklaim dapat oleng pada kecepatan tinggi
3. Teknologi rem belum memakai ABS, diklaim tidak aman
4. Tidak dilengkapi dengan dual airbags menyebabkan safety buruk
Nah 4 hal diatas yang membuat alasan pemerintah melarang dipakainya mobil LCGC untuk transportasi umum tidak dengan trayek.
Sanggahan menurut mobilku.org
Jika alasan yang dipakai adalah ke tiga hal diatas kami rasa itu sangat tidak tepat, buktinya jika poin pertama mobil bermesin kecil ini jika dimuati 4 orang penumpang, nyatanya banyak angkutan umum bahkan memakai mesin 1000 cc bahkan bisa memuat hingga 10-13 orang penumpang dan dibiarkan oleh pemerintah (mikrolet/ angkot), mobilku.org juga pernah membuat simulasi bahwa daihatsu sigra 1200 cc saat diberi muatan hingga 7 orang penumpang masih lebih baik daripada kekuatan Xenia 1300 cc, teknologi mesin jaman sekarang sudah jauh lebih bagus dari 10 tahun yang lalu sehingga mesin 1200 cc jaman sekarang lebih baik dari mesin 1300 cc 10 tahun lalu atau 1500 cc 20 tahun lalu. baca artikel perbandingan kekuatan Daihatsu Sigra 1200 Vs daihatsu Xenia 1300 cc
Poin kedua, bobot yang ringan dibawah 1000 kg menyebabkan oleng (tidak aman), buktinya banyak angkot yang bobotnya juga dibawah 1000 kg sebut saja angkot dari jenis mobil Carry dan Zebra..mereka tetap diperbolehkan beroperasi padahal angkot kebanyakan mobil 10-20 tahun yang lalu dimana sistem keseimbangan mobil masih jauh lebih buruk dibanding mobil jaman sekarang. Artinya poin kedua pun sebenarnya masih standar ganda pemerintah, kalau memang mobil berbobot ringan ya seharusnya angkot2 itu juga dilarang beroperasi, sebaiknya pemerintah mencari alasan yang lebih tepat saja
Poin ke 3 teknologi rem belum ABS, teknologi ABS memang aman tetapi tidak signifikan bedanya dengan non ABS jika pengemudi sudah terlatih dia bisa meniru gara rem ABS meskipun memakai rem non ABS.
Banyak mobil dibawah 1300 cc dan mobil LCGC memakai rem ABS akan tetapi apakah masih dilarang? hampir semua angkot yang memakai rem non ABS tetap layak jalan.
Poin ke 4 tentang Airbags, kenapa angkot-angkot yang tidak memakai airbags tidak dilarang... nah dilema bukan
Pakai alasan yang tepat
Nah harusnya pemerintah memakai alasan yang lebih tepat agar keputusan ini masuk akal, ditinjau dulu ke lapangan sebelum membuat peraturan yang menguntungkan semua pihak
Pasar yang menentukan
Tidak perlu aturan yang tidak masuk akal, hanya pengawasan yang adil sebenarnya pasar sudah bisa menentukan sendiri mana produk yang baik atau produk yang buruk apa lagi penyedia jasa seperti ini. Menurut beberapa sopir angkutan taksi online berbasis aplikasi ini konsumen sekarang sebenarnya memiliki pilihan, banyak calon penumpang yang urung menaiki taksi setelah mengetahui mobil yang dipakai adalah mobil LCGC dengan alasan ACnya kurang dingin atau kurang nyaman (empuk), dan lain sebagainya.
Mobil yang paling disukai konsumen adalah Innova dan Ertiga, ujar salah satu driver taksi online. Seperti diketahui bahwa Innova dan Ertiga adalah mobil yang mengedepankan kenyamanan penumpang dari sisi interior, suspensi, kebisingan, kestabilan mobil, dan lain sebagainya
Fakta masih banyak taksi online dengan mobil LCGC
Setelah terbitnya aturan tersebut sampai saat ini masih banyak mobil LCGC yang jadi taksi online, sementara driver masih menjalankan aktifitas seperti biasanya dan menunggu berita/ panggilan dari patner mereka (grab/ uber) untuk menyikapi aturan tersebut.
Sedangkan beberapa driver taksi online sudah banyak yang mulai menjual mobil LCGCnya, mungkin buat beli mobil yang bisa untuk taksi online ya semacam avanza - mobilio - ertiga - dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini