Tips Mengemudi di Cuaca Buruk

Mengendarai mobil pada Cuaca yang bersahabat bisa menyenangkan, akan tetapi sauatu saat kita mau tidak mau harus melewati perjalanan dengan cuaca buruk misalnya saat terjebak di pegunungan dengan kondisi berkabut atau hujan deras. Nah resiko berkendara pada kondisi cuaca tidak biasa ini akan berkali-kali lipat lebih berbahaya dibanding pada cuaca yang bersahabat, penguasaan skill mengemudi dan juga pengetahuan teori berkendara saat cuaca tidak bersahabat penolong utama kita saat cuaca buruk.
Cuaca buruk sering terjadi adalah hujan deras dan turunnya kabut yang keduanya juga bisa silih berganti, hujan deras disamping menyebabkan jalan yang licin juga menghalangi pandangan, nah lantas pengetahuan teori sangat penting dalam hal ini.
Berikut ini tips dalam melewati jalanan dengan cuaca buruk:
1. Periksa kondisi ban
Kondisi ban ini terutama masalah keteban ban yang memenuhi syarat, syarat minimum kedalaman corak ban adalah 1,6 mm (standar umum), jika ban sudah botak atau kedalaman corak ban lebih dangkal dari 1,6 mm artinya ban sudah tidak punya kemampuan melewati jalan basah (tidak memiliki kemampuan membuang air pada permukaan ban).
Pastikan pula tekanan ban ideal (tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk), terlalu keras menyebabkan ban licin sedangkan terlalu empuk juga menyebabkan ban licin saat melewati jalan terlalu basah.
2. Periksa lampu dan wiper
Periksa lampu-lampu mobil karena lampu ini nantinya akan berfungsi sebagai alat penerangan dan juga alat komunikasi dengan pengendara lain atau signal mobil. Yang perlu diperiksa adalah lampu utama (dekat - jauh), lampu sein, lampu rem.
wiper pasti sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini, jika wiper ternayat mati/ tidak berfungsi dengan baik ada trik yang bisa dipakai agar kaca bisa tetap bening meskipun tanpa wiper, yakni dengan mengoleskan shampo mobil/ detergen/ sabun pada permukaan kaca luar, cara yang kedua yakni dengan mengusapkan tembakau pada permukaan kaca
3. Kurangi kecepatan
Saat cuaca buruk terjadi baik hujan deras atau kabut tebal maka langkah yang paling mudah adalah mengurangi kecepatan mobil, hal ini dapat mengurangi resiko kecelakaan secara signifikan. Pada cuaca buruk jarak pandang sangat terbatas sehingga antisipasi kondisi tak terduga juga menjadi sangat sulit, sementara pada hujan deras selain pandangan berkurang kondisi jalan juga sangat licin sehingga membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk menghentikan (mengurangi) laju mobil daripada kondisi normal.
Langkah yang baik dan sederhana adalah mengurangi kecepatan sampai dirasa aman
4. Berkendara dengan lembut
Saat cuaca buruk maka jalan menjadi sangat licin apalagi jika jalan turunan, salah satu yang harus diperhatikan adalah berkendara dengan lembut, tidak mengerem mendadak dan mengegas mendadak...rem dan gas dilakukan secara sangat perlahan dan jangan sampai kehilangan traksi atau daya cengkram ke aspal...karena pada kondisi ini kadang-kadang aspal bercampur lumpur yang membuat sangat licin
Saat menikung juga harus lebih halus atau tidak menikung terlalu tajam dan cepat, hal ini untuk mencegah mobil tergelincir... Lakukan gerakan menikung dan mengerem secara halus
5. Kurangi jarak dengan kendaraan di depan
Ini yang banyak dilupakan, bahwa jalan yang licin membuat kemampuan mengerem kita menjadi jauh berkurang...jika dalam kondisi ini kita masih mepet dengan kendaraan lain maka jika terjadi sesuatu pada kendaraan depan kita, kita akan sangat sulit mengantisipasinya. Perlebar jarak dengan kendaraan di depan
6. Nyalakan lampu
Menyalakan lampu utama atau lampu kota sangat bermanfaat pada kondisi cuaca buruk, jika cuaca tidak begitu buruk maka lampu kota saja cukup akan tetapi jika cuaca sangat buruk maka lampu utama akan sangat efektif dalam membantu pandangan pengemudi terhadap jalan...lampu utama (lampu depan/ headlamp) ini juga berfungsi sebagai penanda mobil kita agar terlihat dari arah berlawanan (tidak ditabrak oleh kendaraan lain)...lampu ini selain berfungsi sebagai penambah visibilitas juga sebagai signal keberadaan mobil kita
7. Jangan gunakan lampu hazard darurat
Ini juga sering salah, pada cuaca buruk sebenarnya tidak boleh menyalakan lampu hazart kecuali kita sedang mengalami kegagalan fungsi mobil (mobil rusak). Mengapa? lampu hazart akan berkedip secara terus menerus dan ini sangat mengganggu pengendara di belakang kita, bahkan lampu berkedip tanpa henti ini jauh lebih menyilaukan daripada lampu yang menyala tanpa berkedip.
Nah jika pengendara dibelakang kita mengalami silau atau mata lelah maka bukan tidak mungkin mereka menabrak mobil kita.

1 komentar:

  1. Tambahan untuk tips no 7: Dengan menyalakan lampu hazart, bisa menyesatkan pengemudi yang lain karena ke 2 lampu sein menyala dan berkedip bersamaan padahal lampu sein berfungsi untuk memberitahu pengemudi lain jika kita mau belok ke kiri / kanan. Mungkin lampu sein adalah lampu mobil dan motor yang paling penting karena kita harus menggunakan lampu sein kalau mau belok, menyalip, dll baik di siang dan malam hari untuk menghindar dari hal2 yang tidak diinginkan seperti tabrakan, kecelakaan lalu lintas.

    BalasHapus