Arti Angka/ Huruf Tuas Transmisi Mobil Matic

Mengendarai mobil matic sebenarnya sangat mudah, akan tetapi bagi yang belum pernah atau sebelumnya hanya memakai mobil manual saja tentunya harus mengetahui tentang cara mengemudikan mobil ini yakni posisi kaki dan sistem transmisi, karena letak perbedaan dengan mobil transmisi manual hanya pada posisi kaki dan sistem transmisi saja.
Posisi kaki untuk mobil matic adalah kaki kanan digunakan untuk menginjak gas dan rem secara bergantian, sedangkan kaki kiri tidak dipakai atau diistirahatkan, beda dengan mobil manual dimana kaki kiri digunakan untuk menginjak pedal kopling sedangkan kaki kanan untuk meginjak rem dan gas.
Nah yang agak berbeda adalah pada sistem transmisi, dimana jika mobil manual rata-rata memakai 6 gigi yakni gigi 1-5 (maju) dan 1 gigi lagi untuk mundur jadi total ada 6 gigi yang posisi tuas transmisinya juga sangat berbeda dengan mobil matic
Pada tuas transmisi mobil matic biasanya tertera dengan huruf yang berurutan yakni P - R - N - D - 2 - L
Pada mobil matic mesin hanya bisa dihidupkan jika tuas transmisi ada pada posisi P dan N saja, nah lalu apa sih arti huruf-huruf atau angka yang tertera pada tuas transmisi tersebut dan fungsinya:
P : Parkir, pada posisi ini mobil tidak bisa didorong dan terkunci, pada posisi ini mobil bisa dihidupkan dan juga untuk melepaskan kunci kontak dibutuhkan memasukkan gigi pada posisi Parkir ini
R : Reserve, pada posisi ini digunakan untuk memundurkan mobil/ mobil akan berjalan mundur
N : Netral, pada posisi netral ini hubungan antara roda dan mesin terputus
D : Drive, yakni digunakan untuk memajukan mobil (moil berjalan maju) pada jalan relatif datar misalnya jalan bebas hambatan atau perkotaan
2 : atau bisa juga dengan simbol D2, artinya maju akan tetapi jalan lebih bervariasi dengan sedikit banyak tanjakan misalnya daerah pegunungan atau pedesaan
L : atau disimbolkan dengan angka 1 adalah seperti gigi 1 pada mobil manual yangmana dipakai untuk berjalan maju pada tanjakan yang curam.

1 komentar:

  1. Sebetulnya saya punya pengalaman waktu saya naik Mobil mau turun dari tempat parkir "Mall" yang tinggi (4 - 8 lantai) yang kebetulan jalurnya agak curam seperti tempat parkir pada beberapa "Mall" seperti di tempat parkir Grand City Mall, Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, City of Tommorow, Pasar Atom,....(Karena saya tinggal di Kota Surabaya - Jawa Timur). Waktu saya melewati jalur turunan yang agak curam kalau pakai MPV Isuzu Black Panther produk tahun 2002 dengan Transmisi Manual, saya masih bisa menggunakan Persneling 2 dan Rem Mesin nya cukup "menggigit" dan kecepatan Mobil tidak sampai 15 Km/Jam, Tetapi MPV Toyota Kijang Innova Diesel Tipe G 2,5 AT reguler dengan 4 percepatan / persneling tahun produksi 2012, dengan jalur menurun yang sama persis di Grand City Mall yang sering saya lewati, padahal sudah saya pindahkan tuas perseling ke L / 1, Rem Mesinnya masih terasa kurang "menggigit" dibanding Transmisi Manual sampai2 saya harus mengerem bergantian dengan rem kaki untuk rem depan (Cakram) dan rem tangan untuk rem roda belakang (Tromol) secara bergantian supaya bisa menghemat dan mencegah kampas dan lempengan logam rem depan (Cakram) dan rem belakang (Tromol) supaya kampas dan lempeng rem tidak cepat panas berlebihan, Aus dan merusak lempeng rem.
    Tapi kalau untuk melalui jalur yang menanjak baik di tempat Parkir di gedung Mall ataupun di Jalur Pegunungan, saya tidak kuatir karena mau se curam apapun jalur nya, selama persneling masih ada di posisi D (Tapi lebih disarankan untuk memposisikan tuas persneling Matik ditaruh di posisi 2 dan L), Mobil tidak akan mundur asalkan jangan menaruh persneling di posisi R atau D, 3, 2 dan L selama Mobil masih di rem supaya Gear Box Transmisi Matik lebih awet.
    Maaf saya terpaksa OOT, Tapi sebetulnya Saudara Sepupuku di tinggal Jakarta selalu (bukan hanya sering) memasukkan posisi persneling tetap di posisi D dan terus menginjak pedal rem padahal lampu merah masih menyala selama 60 - 120 Detik dan ini di Jakarta, bukan di Kota ukuran Sedang - Besar seperti di Surabaya / Bandung / Semarang, dll. Kalau berhentinya cuma 10 - 15 detik sih ya masih nggak apa2. Tapi, kalau kebiasaan terus menginjak pedal Rem Depan dan Belakang dan posisi Persneling tetap di posisi R (untuk mundur), D, 3, 2 dan L selama Mobilnya berhenti lebih dari 15 detik dan kalau Transmisi nya sampai ada apa2 dan rusak ya silahkan ditanggung sendiri.

    BalasHapus