Hal-hal tak terduga yang terjadi saat Mengemudi Mobil

Mengendarai mobil apalagi dalam perjalanan luar kota bakal banyak mengalami hal-hal tak terduga seperti jalan tiba-tiba berkabut, cuaca hujan deras, menemui jalan yang bergelombang sampai harus berkendara berbarengan dengan mobil-mobil besar seperti truck dan bus. Jika kita tidak mengetahui trik/ tipsnya maka bisa jadi hal ini akan berakibat buruk pada mobil yang kita dan penumpang, nah berikut adalah beberapa kondisi tak terduga yang sering ditemui dan perlu diwaspadi saat mengemudi dalam perjalanan jauh serta tips menghadapinya
Kabut
Saat berkendara di cuaca yang dingin misalnya daerah pegunungan atau jalan yang membelah hutan atau bahkan di perkotaan selepas hujan seringkali muncul kabut, nah munculnya kabut ini ternyata berbahaya bagi yang tidak siap dengan penerangan yang cukup...kadang-kadang saking tebalnya kabut ini jarak pandang bahkan bisa dibawah 1 meter (pernah dialami admin www.mobilku.org kabut dengan jarak pandang hanya setengah meter).
Nah tips saat terkena kabut yang turun antara lain:
1. Hidupkan lampu utama dan lampu pemecah kabut/ lampu kabut/ foglamp yang terletak di bumper depan mobil
2. Kurangi kecepatan mobil, ini sangat penting
3. Tambah jarak dengan kendaraan di depan
4. Buka sedikit jendela agar terdengar suara kendaraan dari luar, gunakan indra pendengaran untuk mendukung safety berkendara
Hujan
Hujan ini juga sama mengurangi jarak pandang, menyalakan lampu-lampu saat hujan adalah pilihan yang tepat, hal ini selain untuk menambah kemampuan melihat jalan juga sebagai penanda dari mobil kita kepada mobil lain....
Jalan licin juga menjadi hal yang selalu terjadi saat hujan, artinya perubahan karakter jalan dan penurunan visibilitas (pandangan) pengemudi menjadi hal yang harus diatasi...
Tips saat melintasi hujan lebat antara lain:
1. Nyalakan lampu utama dan lampu kabut untuk meningkatkan visibilitas dan sebagai signal/ tanda dari mobil kita pada mobil lain
2. Nyalakan wiper untuk menyeka air hujan dan cipratan dari kendaraan lain
3. Kurangi kecepatan mobil, untuk meminimalisasi jalan berlunang, lucin dan hal-hal tek terduga lain yang terjadi akibat hujan
Jalan Lubang dan Bergelombang
Jalan lubang dan bergelombang sangat banyak di Indonesia,,,bahkan bisa dikatakan hampir semua jalan di Indonesia berlubang dan bergelombang terutama di luar jakarta...jalan bergelombang ini akibat konstruksi jalan aspal yang kurang bagus, sedangkan jalan berlubang diakibatkan kualitas aspal yang jelek....apa lagi kalau melintas di pedesaan nih pecinta otomotif harus lebih hati-hati, bahkan kualitas aspal sekarang lebih jelek dari aspal tahun 90an. Resiko saat melewati jalan bergelombang dan berlubang ini antara lain mobil tergelincir, mobil terpental, kehilangan rah dan kehilangan kendali. baca: tips melewati jalan berlubang
Curigai jika ada genangan air lokal saat hujan, kurangi kecepatan mobil
Dibelakang Mobil Besar
Berada di belakang kendaraan besar seperti bus dan truk memiliki dampak buruk seperti:
1. jalan menjadi lambat apa lagi jika truk membawa muatan yang banyak
2. visibilitas terganggu, mobil besar biasanya menghalangi pandangan/ jarak pandang yang dibutuhkan untuk kita mengerem atau sekedar memindah gigi atau aktifitas lain
3.polusi dari asap mobil besar yang biasanya hitam pekat,,polusi ini lebih terasa pada pengemudi mobil-mobil lawas dan juga pengemudi sepeda motor yang menyebabkan pernafasan kurang bagus
4. pada kondisi tertentu misalnya di jalan tanjakan berada dibelakang mobil besar sangat beresiko karena sering mobil besar tersebut tidak kuat menanjak dan akhirnya mundur mengenai kita
Tips: jaga jarak dengan mobil di depan,,,kalau mungkin menyalip saliplah akan tetapi benar-benar perhatikan teknik menyalip yang benar
Jalan di Pegunungan/ Perbukitan
* Jalan di perbukitan memiliki karakter berliku-liku atau berbelok-belok terus menerus, jalan tanjakan (naik) dan turunan juga menjadi ciri khas pegunungan...beberapa jalan sering terjadi kecelakaan misalnya di tikungan atau turunan tajam (hal ini pernah dialami admin mobilku.org bahkan mobil kijang krista saja bisa mundur kalau gak kuat nanjak) nah ini selain berbahaya buat kita juga mobil lain.
* Hal lain yang kerap terjadi di jalan pegunungan/ perbukitan adalah turunnya kabut, kemudian turunnya hujan membuat jalan semakin licin (saat turunan) dan juga adanya longsor di sisi-sisi jalan yang biasanya melewati tebing-tebing.
* Nah pecinta otomotif harus benar-benar hati-hati ketika melewati jalan di perbukitan, biasanya selalu ada rambu yang memperingatkan adanya bahaya misalnya; daerah rawan longsor, jalan licin, turunan tajam, tikungan tajam, tanjakan panjang, dan lain sebagainya... patuhi rambu-rambu tersebut
* Hal penting lain yang selalu diingat adalah untuk selalu menjaga traksi (cengkraman ban ke aspal), jangan sampai terpeleset/ selip kehilangan daya cengkram...karena turunan/ tanjakan dan jalan berkelok-kelok adalah penyebab utama terpeleset apa lagi disertai air hujan yang bercampur lumpur......untuk menjaga traksi/ cengkraman paling mudah adalah turunkan kecepatan berkendara
* jangan memaksa menyalip di jalan perbukitan kalau tidak terbiasa di jalan tersebut, karena sering terjadi kasus saat menyalip di tikungan dari depan juga muncul kendaraan yang sebelumnya tak terlihat (karena jalan tanjakan dan belokan)
* Jaga jarak dengan kendaraan di depan dan berikan ruang yang cukup untuk kita mengerem bila terjadi sesuatu
Penyeberang Jalan
Penyeberang jalan ini bisa terjadi di mana saja, di pedesaan juga sering tiba-tiba orang menyeberang...apa lagi di perkotaan, semakin ramai suatu wilayah maka semakin banyak yang menyeberang jalan terlebih saat melewati pasar atau sehabis jumatan atau seremonial lain...penyeberang jalan ini bisa orang, bisa motor, sepeda ontel, bahkan hewan seperti sapi atau bebek.
Nah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, turunkan kecepatan jika melewati keramaian dan lakukan kontak mata dengan penyeberang jalan untuk berkomunikasi...nyalakan klakson jika orang tersebut tidak tahu kendaraan kita
Berhenti Sembarangan
Pilih lokasi yang tepat untuk berhenti, hindari rambu-rambu dilarang stop.... pilih pinggir jalan yang luas untuk berhenti, andai tidak terlalu luas maka saat membuka pintu harus hati-hati liat belakang tunggu sampai sepi lalu cepat-cepat buka pintu lalu kembali tutup dengan cepat.
Yang paling mangkhawatirkan saat berhenti sembarangan adalah kita tertabrak oleh kendaraan lain, hindari hal ini dan posisikan mobilo benar-benar di pinggir jalan

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini