Harga Pertalite Spesifikasi Kelebihan dan Kekurangan

Pertamina secara resmi telah mendistribusikan Pertalite ke sebagian besar SPBU di tiga kota: Jakarta, Surabaya dan Bandung. Harga pertalite secara resmi (24-07-2015) adalah Rp. 8.400 per liternya, sedangkan kualitasnya berada di antara Pertamax dan Premium.
Di Jakarta 68 SPBU sudah dipasok hari ini, Bandung ada 2 SPBU yang sudah menjual pertalite sedangkan Surabaya sudah 33 SPBU pertamina yang menjual Pertalite. Warna pertalite adalah hijau muda yang cukup menarik :-)
Apakah Pertalite cocok?
Lalu apakah Pertalite cocok untuk Avanza, Honda Jazz, Innova, Ertiga, Mobilio??? kami rasa kurang cocok
singkatnya mobil seperti avanza, xenia, mobilio, ertiga, Innova, Jazz dan lain sebagainya harus memakai pertamax, dibawah itu tidak bisa; karena pertamax adalah spec minimum sebenarnya. Pertamax memiliki oktan 92, sedangkan mobil-mobil tersebut memakai BBM oktan 92 sampai 100 (jadi 92 adalah minimum).
Jika pertalite memiliki oktan 90 maka masih belum cukup memenuhi syarat minimum 92.
Nilai RON Pertalite 90
Nah lalu apa kelebihan pertalite? jika dibanding premium memiliki RON 90 adalah lebih bagus, akan tetapi jika dibanding pertamax maka nilai RON 90 adalah sebuah kekurangan karena pertamax memiliki RON atau nilai oktan 92.
Berapa nilai oktan BBM yang dibutuhkan mobil jaman sekarang?
Nah ini juga menjadi pertimbangan, dimana mobil keluaran tahun 2000 an sampai sekarang 2015 sebagian besar memakai mesin dengan nilai rasio kompresi 9,3:1 atau yang lebih tinggi seperti 9,5:1 atau 10:1.
Mesin dengan rasio kompresi 9,5:1 sebenarnya harus meminum BBM dengan RON 91 dan maksimum RON 99.
Berikut adalah nilai RON BBM (dari pertamina) dan penggunaannya pada mesin dengan rasio kompresinya
Jadi pertalite sebenarnya tidak recomended untuk mobil-mobil baru seperti avanza, mobilio, ertiga, innova, jazz, dll. Akan tetapi masih recomended dipakai untuk mobil keluaran 90 an seperti kijang kapsul, kijang grand, nissan terrano, dan sejenisnya.
Berikut adalah mobil-mobil cocok memakai pertalite karena rasio kompresi mesinnya 9,3:1 atau yang lebih rendah
- Suzuki Escudo 2.0
- Suzuki APV
- Suzuki Karimum
- Suzuki Katana
- Suzuki Carry
- Nissan Terrano
- Toyota Kijang Kapsul
- Toyota Kijang Grand/ Kijang Super
- Toyota Starlet
- Honda CR-V keluaran 2007
- Timor
- dan lain-lain
baca artikel berikut untuk mengetahui berapa rasio kompresi mesin mobil anda
Mobil-mobil baru keluaran tahun 2000 an hampir semuanya memakai mesin dengan rasio kompresi lebih tinggi dari 9,3:1 misalnya Honda Jazz I-dsi yang memakai mesin dengan rasio kompresi termasuk tinggi 10.4:1, nah mesin Honda Jazz tidak direkomendasikan menggunakan pertalite apalagi premium. Spesifikasi BBM minimum Honda Jazz I-dsi adalah BBM dengan nilai oktan 94 dan maksimum beroktan 102 (rentang itu adalah pertamax plus yang memiliki nilai oktan 95).
Mobil-mobil seperti Avanza, Innova, Ertiga, Mobilio, Jazz, Brio, Swift, Rush, Yaris, Etios, dan hampir semuanya sudah memakai rasio kompresi 9:5 atau lebih tinggi. Bahan bakar pertalite tidak akan cocok dipakai, gunakan pertamax untuk menghindari biaya lebih banyak jika terjadi kerusakan mesin.
untuk mengetahui nilai kompresi mobil dan spesifikasi BBM yang dibolehkan silahkan lihat pada artikel berikut: Komparasi rasio kompresi mesin mobil di Indonesia
Kelebihan Pertalite
pecinta otomotif bisa membaca tentang spesifikasi pertalite yang sudah kami ulas sebelumnya mengenai zat apa saja yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu pada review spesifikasi pertalite
Jika dibandingkan pertamax jelas pertalite masih dibawahnya ya, kami rasa tidak perlu dibahas. Kita akan coba bandingkan pertalite dengan premium agar lebih mudah.
Di satu sisi pertalite lebih mahal 1000 rupiah dari premium akan tetapi ternyata ada manfaat lebih bukan sekedar nilai RON, pertalite juga mengandung unsur-unsur pembersih layaknya pertamax (meskipun tidak sebanyak pertamax) dan ini cukup menguntungkan buat pemakai mobil lawas :-), apa sajakah itu???
ssssttt ini kami ambil dari klaim pertamina :
1. pertalite lebih ramah lingkungan dari pada premium (nah ini cocok bagi orang-orang yang punya idealisme tinggi pada lingkungan)
2. pertalite tidak menimbulkan kerak/ kotoran pada mesin (maksudnya tidak seperti premium)
3. pembakaran pertalite lebih optimal dibanding premium
4. bahan aditif serta bahan pewarna pertalite lebih berkualitas dibanding premium
5. mesin menjadi lebih bertenaga
Kekurangan Pertalite
Pertalite tidak cukup bagus dipakai untuk mobil jaman sekarang, karena kami rasa oktan yang ditawarkan masih kurang tinggi (hanya 90) sedangkan minimum oktan yang diminta mobil sekarang adalah 92, dimana standart minimum itu letaknya di pertamax (pertamina) atau Shell Super yang dijual Shell (SPBU swasta milik Shell)
baca perbandingan antara SPBU Pertamina dan SPBU Shell di sini

3 komentar:

  1. Dear Mobilku :
    Penulis meenulis ini berdasarkan apa ? karena di buku petunjuk suzuki ertiga tertulis minimum yang diizinkan adalah RON 90, kalau memang pertalite tidak cocok dengan mesin2x modern seperti avanza, ertiga dan sekelas low MPV yang lain, maka buat apa pertalite ada ? padahal kan rata2x low MPV menggunakan ron 88

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf terimakasih telah dikoreksi,,,, jika dibuku manualnya tertulis 90 maka pertalite artinya bisa dipakai pada suzuki ertiga....
      memang daripada melihat rasio kompresi mobil lebih baik melihat buku manual mobil,,,krn itu lebih akurat....
      terimakasih sudah memberi masukan...
      sekaligus sebagai koreksi kami dan pembaca lain

      Hapus
    2. Pertalite ada untuk apa? Coba mas pikir kalau premium dihapus dan tidak ada pertalite.
      Ya pasti pertamina akan kalah saing sama Shell dan kawan-kawan.
      Sesuai yang dibahas diatas, jika Oktan pertalite itu cuma 90, dan RATA-RATA mobil sekarang ini punya kompresi diatas 10, yang notabene seharusnya pakai ron tinggi pula.
      So, pertalite ini adalah produk ANTISIPASI nya pertamin* saja, jika suatu saat nanti premium dihapus dari pasar.

      Hapus