Tes Praktek SIM C, apa saja untuk lolos?

Memiliki SIM C sebenarnya tidak mudah, ada 2 macam ujian (tes) yakni ujian teori dan ujian praktek (sebenarnya kata yang benar adalah praktik, kita gunakan praktik), ujian/ tes teori biasanya dilakukan di dalam sebuah ruangan seperti kelas yang berada di tempat pengurusan SIM sedangkan ujian/ tes praktik dilakukan di lapangan beraspal (biasanya halaman polres) dengan menggunakan sepeda yang telah disediakan dan berbagai rintangan yang sudah dipersiapkan.
Paling tidak ada 6 ujian dasar yang harus dilalui peserta tes praktik SIM C kata salah satu pengawas tes praktik, apa sajakah tes tersebut? berikut ulasannya:

1. Jalan lurus dan kepekaan dengan kecepatan rendah (10 km/ jam), ini merupakan tes praktik ujian SIM C yang paling dasar yakni naik motor dengan track lurus dalam kecepatan rendah, disediakan track lurus sejauh 11 meter yang dibatasi oleh balok ringan mudah jatuh (balok ini juga bisa terbuat dari bambu yang dipotong kira2 30-40 cm kemudian di cat (hehehe mudah jatuh bukan). Sedikit sepeda melenceng dan balok tersentuh maka balok akan terjatuh dan ujian SIM dikatakan gagal dan harus mengulang sampai berhasil pada tes praktik sim bulan depan, pada tes pertama ini juga sering ditambah dengan melewati lintasan berbentuk U sebagai persiapan untuk lintasan ke 2
2. Tes Jalan Zig-zag lalu berputar-putar, tes ini dilakukan dengan rintangan berupa balok yang disusun secara lurus dengan jarak 2 meter akan tetapi peserta wajib melewatinya secara zig-zag selanjutnya melewati lingkaran, sama seperti tes yang pertama jika menyentuh rintangan makadianggap gagal. teknisnya adalah: peserta melewati track dan rintangan pertama (garis lurus 11 meter tadi), lalu langsung dilanjutkan melewati rintangan zig-zag yang terletak di sebelah rintangan pertama. Setelah melewati jalan zig-zag maka peserta harus masuk track berupa lingkaran berdiameter kira-kira 3 meter dan berputar-putar dalam lingkaran sampai beberapa kali dan tidak boleh menyentuh balok yang disusun melingkar sebagai pembatas/ halangan.
3. Melewati jalan acak/ rintangan yang disusun acak (belok kanan kiri secara acak) dengan mengikuti tanda panah (dicat pada jalan) yang sudah ditentukan, tipsnya adalah konsentrasi pada tanda panah dan tidak grogi saat melewatinya.
4. Pengereman Reaksi, dimana peserta harus melaju dengan kecepatan 40 km/jam lalu melakukan pengereman mendadak serta menghindari rintangan lalu belok kiri. Tujuannya adalah peserta yang lulus tes memiliki reflek yang bagus dalam pengereman dan selalu membuang arah kekiri saat mengerem (karena secara umum kiri lebih aman dibanding kanan)
5. Tes menjaga keseimbangan, dimana peserta tes praktik SIM C harus memacu sepeda dalam kecepatan yang sangat rendah, tes ini bertujuan agar peserta bisa melewati kondisi macet/ lampu merah dengan sangat pelan dan seimbang serta tidak menurunkan kaki dimana menurunkan kaki dari motor berbahaya terlindas roda kendaraan lain.
6. Kombinasi seluruh tes, pada tes terakhir ini peserta diminta untuk menjalani semua tes (1-5) secara berurutan/ langsung mulai dari tes di track lurus sampai tes keseimbangan.
Nah tiapkota mungkin berbeda dalam melakukan tes ujian sim c ini, akan tetapi basicnya adalah ke 6 tadi dan bahkan bisa berkurang (misalnya tidak memakai tes keseimbangan/ pengereman reaksi), meskipun demikian melakukan ujian praktek SIM C tidaklah mudah, pengalaman rekan-rekan yang mengikuti ujian SIM C ini tidak langsung lulus tapi dibutuhkan sampai beberapa kali tes (beberapa bulan), ada beberapa tips untuk lulus tes praktik SIM C:
- Memilih motor yang tepat, jika terbiasa dengan motor bebek pilihkah bebek jangan memilih motor pria, pilih yang paling kamu kenal karakter motornya dan paling kamu bisa karena tes ini sulit brooo....
- Sarapan sebelum berangkat dan membawa air putih, karena tes sim tidak langsung melakukan test tapi juga harus menunggu bahkan sampai berjam-jam
- Berangkat pagi, semakin pagi semakin bagus karena akan mendapat jatah yang pertama sehingga tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, sedangkan yang datang kesiangan biasanya tidak mendapat jatah ujian kerena biasanya ujian sim hanya mulai jam 9 sampai jam 12 siang saja
- Mengenali medan, peserta harus tahu medannya sehingga bisa mengira-ngira apa tipsnya untuk melewati medannya/ lintasannya: lintasan lurus, huruf u, zig-zag, angka 8, lingkaran. sedangkan medannya biasanya di lapangan Aspal, Paving, Tanah.
- Tanya-tanya dulu pada orang yang pernah buat SIM bagaimana cara lolos dan tipsnya :-)

6 komentar:

  1. Trims, semoga bermanfaat..

    BalasHapus
  2. boleh pake motor meatic pas ujian praktek ga ya mas?

    BalasHapus
  3. tekniknya ane masih bingung, menikung sambil tetap ngegas (cuma mainin rem) bukan kebiasaan ane gan, coz itu buang2 bbm, wkwk.. ane perlu latihan lagi nih praktek monggu depan

    BalasHapus
  4. Baru tadi aku ujian praktek, dan bener aja gak lulus hahaha... Kalau disuruh zig zag aku gak bisa T^T emang gak terbiasa, lah aku juga di jalan kalau ada kendaraan berhenti, aku lebih milih nunggu di belakangnya daripada zig zag menghindar hahaha

    Takut gak lulus lagi deh minggu depan, kalau gak lulus lagi gimana duong ya hahaha...

    BalasHapus
  5. doakan saya besok mau ujian juga kang
    bismillahirrahmanirrahim
    Mak dungakno aku lulus hehehehe

    BalasHapus