Muncul Isu Adik Daihatsu Xenia

Daihatsu berencana mengeluarkan mobil MPV terbaru pada tahun ini 2015, MPV tersebut akan dibandrol dengan harga murah karena pihak Daihatsu berencana mendaftarkan MPV terbarunya pada platform mobil LCGC yakni mobil yang murah dengan komponen lokal diatas 80 % dan memiliki konsumsi BBM yang rendah yakni diatas 1:20.
Daihatsu UFC 3
Nah apa nama MPV tersebut? ya tidak salah jika pecinta otomotif mengatakan Daihatsu UFC 3, mobil berkemampuan membawa 7 orang penumpang yang dirancang oleh orang-orang Indonesia sendiri sehingga menghasilkan mobil dengan karakter masyarakat Indonesia yang sesuai mulai dari kontur jalan, desain eksterior/ interior, daya beli masyarakat sampai kualitas mesin yang diususng.
Harga Daihatsu UFC 3
Harga daihatsu UFC 3 kemungkinan berada di bawah 100 juta rupiah, karena mobil ini masuk dalam mobil LCGC yang rata-rata harga jual mobil LCGC Indonesia berada di bawah 100 juta rupiah untuk varian terendahnya, jika saat ini sudah ada MPV LCGC yang dipatok dengan harga 90 juta an yakni Datsun Go + maka jika UFC3 keluar akan bersaing ketat dengan Datsun Go + dari sisi harga dan otomatis menggerus pasar MPV tanah air yang selama ini didominasi Avanza, Mobilio dan Ertiga.
Segmen Pasar UFC 3
Segmen pasar UFC3 adalah segmen Low End bahkan diposisikan sebagai penengah antara Daihatsu Xenia dan Daihatsu Ayla yang kemungkinan harganya ada di range Xenia dan Ayla banyak pula yang menyebut UFC 3 adalah adik dari Xenia, mobil yang direncanakan menggunakan mesin 1000-1200 cc ini akan memiliki banyak peminat terutama oleh keluarga muda yang tinggal di pinggiran kota (urban). Desain eksterior yang berdimensi lebih kecil dari xenia ini irasa cukup mudah untuk melewati jalanan perkotaan yang macet, akan tetapi desain interior yang cukup lapang hingga mampu membawa 7 orang dewasa pada kabin mobil ini, desain interior yang memanfaatkan sekecil ruang pada interior menjadi ruang kosong untuk memperbanyak volume dalam kabin.
Spesifikasi UFC 3
Adik Xenia ini memiliki dimensi eksterior panjang 3900 mm, lebar 1690 mm, tinggi 1620 mm, jarak sumbu roda 2750 mm. Jika melihat dari penampilan UFC3 di pameran tahun 2014 lalu adik xenia ini memiliki desain interior yang bisa dibilang cukup bagus dengan konsep yang futuristik, memakai bahan yang bagus/ tipis tapi ringan untuk membentuk ornamen-ornamen pada interiornya seperti kursi, dashboard, peredan mobil sampai karpet mobil. Menggunakan lampu HID dengan perpaduan LED yang membuat nyala mobil lebih terang dan hemat pemakaian listrik, lampu kabut juga sudah dibenamkan bumber mobil bagian depan yang siap menembus jalanan dengan cuaca ekstrim.
Pada bagian interior memang tampak cukup luas, hal ini tak lepas dari kelihaian desainer lokal yang mampu memanfaatkan ruang dengan sangat efisien (optimal), hal ini terlihat pada peletakan tuas transmisi yang diletakkan menempel pada dashboard mobil yang selain dapat mudah dijangkau oleh pengemudi juga diklaim menghemat ruang pada kabin (menambah volume kabin) jika dibandingkan mobil berdesain tua transmisi yang diletakkan diantara kursi penumpang depan dan pengemudi.
Berikut ini Spesifikasi UFC 3
* Memiliki layar monitor yang diletakkan pada atap kabin (kursi baris ke 2) yang berfungsi sebagai sistem entertaiment mobil,
* Menggunakan mesin 1200 cc (perkiraan kami) karena mobil LCGC hanya boleh memakai mesin dengan kapasitas silinder maksimum 1200 cc
* Memiliki konsumsi BBM yang irit, maksimum 1:20 (1 liter untuk 20 km), karena syarat mobil LCGC adalah konsumsi BBMnya 1:20 atau lebih irit lagi
* Dijual dengan harga 100 juta rupiah, hal ini melihat dari harga pasar mobil LCGC, mobil MPV low end dan mobil MPV LCGC yang sudah beredar
* Mampu memuat 7 penumpang dewasa, akan tetapi cukup berdesakan (ini relatif) karena menurut kami avanza/ xenia juga berdesakan.
Kelemahan UFC 3
Dari desainnya yang mengutamakan lapangnya ruangan kabin sehingga melupakan bagasi, ya bagasi mobil ini sangat kecil sehingga jika ingin membawa barang harus dipikirkan akan ditaruh mana? taruh dalam kabin saja.

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini