Penyebab Mobil Overheat dan Cara Mengatasi

Mobil overheat adalah kondisi dimana suhu mesin terlalu tinggi diatas batas normal, mesin overheat ini sering dialami terutama oleh mobil-mobil yang cukup berumur (diatas 7 tahun), karena penyebab overheat (mesin terlalu panas) ini kebanyakan adalah aus pada sistem pendingin mobil (misal: radiator buntu, pompa air radiator mati, putaran kipas radiator lemah, dan lain-lain). Mobil yang mengalami overheat ini hendaknya tidak dipaksa jalan karena akan menyebabkan beberapa komponen pada mesin mengalami pemuaian akibat suhu yang berlebih dan merusak komponen tersebut.
Overheat pada mesin sebenarnya bisa diketahui secara dini dengan melihat indikator suhu mesin, dengan mengetahui secara dini maka kita bisa terhindar dari kerusakan mesin yang parah. Sebenarnya Overheat ini kasus yang remeh atau mudah diatasi, tetapi jika kita tidak mau peduli dan menjalankan mesin dalam kondisi overheat maka akan terjadi kerusakan komponen mesin yang parah (memuai/ bengkok) misalnya piston atau batang piston atau dinding silinder, dll.
Penyebab Mobil Overheat
Penyebab mobil mengalami overheat:
1. Air radiator habis atau berkurang
2. Pompa iar radiator mati
3. Radiator terlalu banyak sumbatan (karat)
4. Kipas radiator mati atau putarannya terlalu pelan
5. Kerusakan thermostat
6. Kerusakan mesin (bukan masalah sistem pendingin)
Membaca indikator suhu mesin
Untuk memantau suhu mesin pecinta otomotif bisa melihat indikator suhu yang biasanya terdapat terdapat pada dashboard mobil (biasanya berupa jarum dengan warna merah) pada gambar dibawah.
Pada dasarnya terdapat zona yang terlihat pada indikator suhu mesin tersebut yakni:
1. Mesin terlalu dingin yakni disimbolkan dengan Cold atau Huruf C, yang artinya suhu mesin masih terlalu dingin dan pembakaran dalam ruang bakar belum ideal. Jika mendapati mobil dengan jarum indikator di C atau kurang dari seperempat maka jangan digeber dengan gas besar karena mobil akan brebet
2. Mesin dalam kondisi optimal, jarum berada tepat di seperempat indikator yakni pada lingkaran hijau yang admin tandai, pada suhu tersebut mobil paling optimal melakukan pembakaran, memberikan performa (tenaga) dan juga hemat bahan bakar... Suhu ideal mesin berkisar di 80 an derajat celsius (kira-kira 82 an)
3. Mesin kepanasan, dianggap mesin kepanasan atau terlalu panas jika jarum indikator menunjukkan setengah atau pas ditengah-tengah antara C dan H atau lebuh panas lagi, jika pecinta otomotif mendapati jarum indikator sudah berada di tengah maka alangkah baiknya pecinta otomotif meminggirkan mobil dan mencari tau apa penyebabnya (bisa airnya kurang atau yang lain)
4. Zona merah atau dilambangkan H (Hot). Sebisa mungkin jangan sampai menyentuh zona merah karena bisa merusak mesin...mesin yang terlalu panas bisa menyebabkan komponen dalam mesin memuai dan tidak kembali normal, akhirnya pecinta otomotif harus turun mesin dan mengganti part yang rusak karena memuai dan bergesekan antar logam.
Cara mengatasi mobil overheat
Jika pecinta otomotif mendapat indikator suhu mesin yang meningkat diatas separoh maka yang harus dilakukan adalah:
1. Berhenti (matikan mesin) dan mendinginkan radiator (kira-kira 20 menit), sambil radiator dan tutup radiator disiram dengan air dingin untuk mempercepat dinginnya radiator
2. Setelah dingin maka cobalah sentuh tutup radiator apakah benar-benar dingin? (biasanya setelah disiram tutup radiator cepat dingin), jika sudah dingin bukalah tutup radiator dengan pelan (bisa memakai kain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan). Yang pasti jangan dibuka jika masih panas/ keluar asap karena itu bertekanan tinggi dan air panas bisa muncrat ke kita☺
3. Periksa volume air radiator, biasanya ini penyebab utama suhu mesin cepat panas karena air radiator berkurang atau habis. Jika terlihat air radiator tidak penuh maka segera cari air bersih lalu masukkan (tambahkan) ke radiator yang kosong tadi.
4. Jika air masih penuh maka cobalah hidupkan mobil lalu gas gas dan lihat apakah air berputar? jika air tidak berputar dalam radiator itu artinya pompa radiator mati (perlu ke bengkel untuk membenahinya)
5. Ada beberapa kasus kerusakan terjadi pada thermostat mobil, thermostat adalah sistem buka tutup (seperti kran) yang mengatur air radiator mengalir ke mesin atau tidak. Jika thermostat ini tertutup tidak mau membuka maka meskipun radiator airnya dingin dan penuh juga tidak akan mampu mendinginkan mesin karena jalannya ditutup. Sulosi sementara bisa dengan mencabut thermostatnya, baca tentang kerugian mencabut thermostat
6. Kerusakan van atau kipas juga mungkin terjadi (tidak mau berputar atau putarannya lambat), jika kipas tidak mau berputar bisa dideteksi secara langsung dengan melihatnya, tetapi jika putaran kipas radiator hanya kurang kencang maka ini lebih sulit mengetahuinya.

Cara mengetahuinya adalah dengan mengetahui gejalanya yakni saat di kecepatan tinggi suhu naik tetapi saat kecepatan rendah suhu turun (tidak bisa stabil), jika terjadi hal ini pecinta otomotif bisa mengganti motornya saja.
Cara lain mengecek putaran kipas sudah lemah adalah dengan menyalakan AC, jika hembusan angin lemah (tidak seperti biasanya) maka kemungkinan motor extra vannya sudah lemah

* Catatan: sebagian besar overheat terjadi karena kurangnya air pada radiator, jadi sebenarnya langkahnya cukup dengan menghentikan mobil, mendinginkan dan menambah volume air radiator saja.
* Catatan 2: Mobil yang overheat atau kepanasan jangan dipaksa dikendarai karena akan merusak mesin dan harus turun mesin, lakukan langkah-langkah sederhana di atas

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini