Perawatan Mobil Diesel, agar Performa Mesin tetap Baik

Mobil diesel memang makin digemari saat ini karena performanya yang tangguh melewati medan berat dan perjalanan jauh, dibandingkan mesin bensin mobil diesel lebih tangguh tetapi harga mobil diesel saat ini masih tetap lebih mahal daripada mesin bensin.
Mesin mobil diesel jaman sekarang berbeda dengan diesel jaman jadul, beberapa kekurangan mobil diesel lawas kini sudah bisa diatasi oleh pabrikan otomotif. Misalnya: getaran mesin diesel yang kini lebih halus, suara mesin yang tidak terlalu keras dan juga polusi udara yang juga sangat minim pada mesin diesel jaman sekarang.
Memiliki mobil diesel memang menyenangkan akan tetapi bukan berarti tanpa perawatan, karena meskipun perawatannya terbilang sederhana akan tetapi jika pemilik mobil tidak mengetahuinya maka umur mobil diesel tidak akan lama dan segera kehilangan performa terbaiknya. Bahkan resiko mobil diesel yang tidak dirawat adalah resiko terjadi Runaway sampai kebakaran mobil
Nah kali ini mobilku.org mengulas tentang cara merawat mobil bermesin diesel:
1. Panaskan mesin diesel minimal 5 menit sebelum perjalanan
Jika pada mobil bensin memanaskan mobil cukup 1-2 menit saja, tetapi berbeda pada mobil diesel dimana mesin diesel butuh pemanasan yang lebih lama agar suhu mesin optimal untuk membakar BBM.
Mesin diesel ini dalam membakar BBM tidak memakai busi akan tetapi hanya memakai tekanan udara dan suhu yang tepat, nah untuk mencapai tekanan udara dan suhu yang tepat ini mesin perlu dipanaskan terlebih dahulu agar beberapa komponen mobil cukup memuai dan siap digunakan.
Pemanasan mesin diesel berkisar antara 5 sampai 10 menit, sementara untuk mobil-mobil seperti bus atau truck yang akan melakukan perjalanan jauh biasanya dipanaskan bahkan sampai 1/2 jam...tapi menurut pendapat ahli otomotif cukup 10 menit sebenarnya sudah ideal.
2. Perhatikan oli mesin
Dalam hal perawatan, mobil diesel membutuhkan perhatian yang ekstra terhadap oli mesin. Pakailah oli mesin yang sesuai dengan anjuran pabrikan (spesifikasinya) atau SAE dan APInya.
Hindari memakai oli yang murah yang bukan spek mesinnya karena fungsi oli sebenarnya juga untuk mendinginkan mesin, membersihkan kotoran dalam mesin, melumasi komponen mesin, melindungi dari korosi. melindungi dari gesekan, dll.
Belilah oli di dealer/ gerai/ outlet resmi oli... hindari membeli di bengkel yang tidak dikenal atau reputasinya kurang bagus, hal ini untuk menghindari adanya oli palsu
Ganti oli sesuai dengan anjuran pabrikan, jika pada buku manual tertulis 5000 km ya gantilah tiap 5000 km, biasanya pada buku panduan tertulis angka 10 ribu km untuk pemakaian ringan dan 5000 km untuk pemakaian berat
3. BBM yang sesuai dengan teknologi mesin
Mobil diesel jaman sekarang memakai BBM yang berbeda dengan mesin diesel jaman dahulu, makin baik solar maka ditunjukkan dengan kandungan sulfur yang rendah. Contoh biosolar memiliki kandungan sulfur 3500 Ppm (part per million), sedangkan Dexlite memiliki kandungan sulfur 1200 Ppm.
Gunakan BBM yang sesuai untuk memperpanjang usia mesin mobil serta untuk menjaga performa mesin diesel (tenaga & torsi), dalam hal ini dexlite.
4. Ganti filter bahan bakar jika diperlukan
Pada BBM jenis solar selalu memiliki kandungan air, nah sedangkan pada mobil diesel sudah ada cara untuk memisahkan antara solar dengan air yakni dengan menyaringnya dengan filter bahan bakar. Filter bahan bakar ini jika lama tidak diganti maka akan penuh dengan air, jika filter bahan bakar ini penuh dengan air maka pada dashboard ada lampu indikator filter BBM yang menyala.
Jika lampu indikator filter bahan bakar ini menyala maka waktunya menganti filter BBM, jika tidak diganti maka air tidak bisa tersaing lagi dan masuk ke ruang bakar sehingga membuat pembakaran tidak berjalan dengan baik.
5. Tangki bahan bakar jangan sampai kosong (jangan sampai kehabisan BBM)
Banyak orang yang berpatokan batas minimum BBM dalam tangki adalah 1/3 nya, jika isi BBM dalam tangi sudah tinggal 1/3 maka itu sudah harus diisi atau jangan sampai kehabisan solar.
Pernahkan pecinta mobilku.org mendengar mesin diesel masuk angin? ya salah satu penyebabnya adalah mobil kehabisan bahan bakar sehingga yang masuk pada saluran bahan bakar adalah angin, nah angin yang masuk ini membuat tekanan pada saluran bahan bakar tidak stabil dan mobil tidak bisa hidup.
Untuk mencegahnya isilah bahan bakar ketika volume BBM tingal 1/3 jangan sampai tinggal sedikit karena akan menyebabkan angin masuk ke saluran bahan bakar. Ada yang bilang minimal 1/4
6. Jangan langsung dimatikan setelah perjalanan
Berbeda dengan mesin bensin yang bisa langsung dimatikan saat perjalanan sudah selesai, mesin diesel membutuhkan pendinginan, paling tidak lakukan pendinginan kira-kira 5 menit sebelum mesin dimatikan. selama 5 menit tersebut biarkan mesin menyala dalam kondisi mobil berhenti dan stationer tanpa di gas
7. Bersihkan injector secara berkala
Pada mesin diesel modern sudah dilengkapi dengan injector commonrail, commonrail ini fungsinya untuk menghemat bahan bakar serta menjaga performa mesin tetapi baik. Pembersihannya biasanya dilakukan di bengkel dengan menyemprotkan cairan pada saluran bahan bakar. Biayanya bisa 300 ribuan.
8. Service rutin di bengkel
Pada mobil baru biasanya sudah tertera jadwal service dalam kurun waktu tertentu baik service gratis maupun bayar, nah sebaiknya pecinta otomotif mematuhi jadwal service rutin tersebut. Untuk mobil lama juga bisa melakukan service rutin tentunya dengan mengikuti jadwal yang direkomendasikan bengkel (biasanya service tiap 5000 km).
9. Ganti filter udara secara rutin
Pada mobil diesel masalah filter udara ini sama dengan mobil bensin yakni harus diganti secara rutin tiap 10 ribu km dan dibersihkan setiap service rutin. Filter udara ini jika kotor maka kotoran akan menghambat pasokan BBM ke ruang bakar, akibatnya pembakaran tidak seimbang

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini