Perlukah Mengganti Minyak Rem?

Rem adalah fitur safety mobil yang paling penting, saat anda berkendara satu hal yang harus dipastikan bekerja dengan baik adalah sistem rem. Kebanyakan pecinta otomotif justru mengabaikan service rem ketika ke bengkel mobil, padahal service rem juga sebenarnya hal yang lumrah dilakukan oleh bengkel. Bilang aja, pak service rem !
minyak, rem, mobil, mengganti, menguras
Service rem ringan biasanya dengan memeriksa fungsi rem secara umum dan membersihkan kotoran yang ada pada tromol dan kampas rem, sedangkan service sem berat atau overhoul rem biasanya sampai membuka sistem hidrolis rem ke 4 rodanya, dilepas dan dibersihkan komponennya yang pasti juga menguras minyak rem.
Perlunya Mengganti Minyak Rem
Minyak rem bisa kotor akibat digunakan (kotoran dari kampas), selain kotoran berupa debu minyak rem juga bisa kotor oleh air (terkontaminasi air), minyak rem juga bisa terisi angin, minyak rem juga bisa kehilangan sifat kimiawinya akibat pemakaian.
Minyak rem yang kotor dan kehilangan sifat kimiawinya akan menyebabkan performa pengereman mobil tidak maksimal: injakan pedal menjadi keras, sulit menghentikan laju mobil, rawan resiko blong.
Usia pakai minyak rem kebanyakan adalah 50 ribu km (diatas itu sepertinya kurang safety), sehingga pergantian minyak rem sebaiknya dilakukan tiap 40 ribu sampai 50 ribu km, gantilah dengan minyak rem yang baru dengan spesifikasi yang diminta pabrikan (lihat buku manual mobil), atau paling enak mengganti di bengkel resmi mobil karena mereka sudah hapal dengan minyak rem yang dipakai.
Servis ringan rem mobil bisa dilakukan tiap 20 ribu km, dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi-fungsi rem dan pembersihan kotoran pada tromol dan cek kondisi kampas rem.
service, rem, mobil, ringan
Service rem berat atau bongkar total/ overhoul dilakukan setiap 80 ribu km, nah jika mobil anda km sudah mencapai 80 ribu tapi belum pernah diservice remnya jika ditawarkan untuk overhaul rem sebenarnya itu memang sudah saatnya :-)

Tidak ada komentar:

Isi komentar disini