Situs Otomotif, mobil, mesin, eksterior, interior, akselerasi, kapasitas, spesifikasi, kecepatan, tenaga, konsumsi BBM, cc, modifikasi, terbaru, bekas, harga, fitur, dimensi, panjang, irit, kekurangan, kelebihan, bensin, solar, ban, suspensi, offroad, city car, hatchback, SUV, MPV, minibus, pick up, jip, sedan, 4x4, crossover, toyota, honda, suzuki, daihatsu, mitsubishi, bmw, chevrolet, mazda, isuzu, kia, nissan, ford, kijang, carry, avanza, jazz, freed, escudo, yariz, brio, panther, pajero

Waspada Mengemudi di Saat Hujan

Saat turun hujan kebanyakan driver akan menurunkan kecepatan mobilnya guna menghindari kecelakaan dengan pengguna jalan lain.
Hal ini sudah tepat akan tetapi tidak hanya melambatkan laju kendaraan saja, kita juga harus memperhatikan hal lain misalnya: lebih memperlebar jarak dengan kendaraan di depan, lebih halus dalam menikung/ mengerem, memperhatikan kemungkinan jalan berlubang tertutup genangan, menyalakan lampu utama, dan lain sebagainya.
Nah berikut ini www.mobilku.org akan mengulas apa-apa saja yang perlu dilakukan atau diperhatikan saat hujan datang/ turun hujan lebat:
Sebelum Perjalanan
Jika hujan datang tepat sebelum melakukan perjalanan maka pecinta otomotif punya kesempatan yang lebih baik mempersiapkan mobil:
1. Cek rem, saat musim hujan air banyak mengisi rongga-rongga rem sehingga pengereman akan terganggu. Sebelum melakukan perjalanan injaklah pedal rem berulang-ulang untuk mengusir air yang terjebak di dalam rem (tromol) atau yang menempel pada cakram juga hilang
2. Cek wiper; pecinta otomotif bisa lebih memperhatikan komponen berbahan karet saat musim hujan, contohnya adalah wiper. Jika wiper sudah keras (kehilangan elastisitasnya) dan sudah tidak halus lagi (rontok di bagian ujung karet) ada baiknya pecinta otomotif mengganti karet wiper.
Akan tetapi jika kondisi kater masih bagus dan sudutnya juga masih bagus tidak perlu diganti, tapi kadang-kadang meskipun wiper dalam kondisi bagus tapi tidak bisa memberikan sapuan yang maksimal? maka cobalah bersihkan kaca mobil dari kerikil halus dan juga sekalian bersihkan karet wiper... caranya basahi lap microfibre lalu pakai untuk membersihkan karet wiper dan kaca mobil. Jika kaca dan karet wiper bersih InsyaAllah sapuan wiper tidak akan meninggalkan bekas air pada kaca (langsung bersih)
3. Cek air wiper; air wiper ini adalah air bersih, air bersih dari wiper ini akan berguna jika air hujan yang turun banyak mengandung debu (membuat sapuan wiper tidak bersih)...semprotkan air wiper ini beberapa kali agar air hujan yang kotor bercampur dengan air bersih dari wiper.
4. Bawa peralatan tambahan; seperti kunci pas, kunci L, kunci roda, segitiga pengaman, obeng, kunci inggris, dongkrak, senter dan lain sebagainya. Karena saat hujan rawan kejadian yang diluar kendali kita misalnya mobil mogok/ ban bocor, dll. Tak lupa pula siapkan lap kanebo/ lap chamois karena akan sangat berguna diperjalanan.
5. Cek tekanan angin ban, usahakan tekanan ban ideal. Jangan terlalu keras karena cengkraman pada aspal akan berkurang, jangan terlalu empuk karena ban akan menjadi elastis dan sulit dikendalikan (seperti akan tergelincir saat dipakai jika terlalu empuk). Tekanan ban ideal tergantung dari mobil masing-masing untuk sedan biasanya di 28-30 Psi, untuk MPV biasanya di 31-33 Psi (lebih pastinya baca di buku manual mobil)
baca: jangan kurangi tekanan ban saat hujan
Saat Di Perjalanan
Hujan juga kerap turun saat kita sudah dijalan dan kita tidak menduganya, jika saat diperjalanan turun hujan maka tindakan kita akan lebih ke melihat keadaan dan mengubah cara berkendara kita.
1. Nyalakan lampu; saat turun hujan (terutama yang lebat) kita diperbolehkan menyalakan lampu kota dan lampu utama agar pengemudi didepan kita mengetahui pergerakan mobil kita (terutama di tikungan),
2. Jangan nyalakan lampu Hazard:  kita dilarang menyalakan lampu hazard (lampu tanda bahaya yang berkedep-kedip). Kebanyakan orang masih belum tahu hal ini dan mereka menyalakan lampu hazard saat hujan, lampu berkedip ini akan membuat pengendara lain (di depan dan belakang) silau sehingga berbahaya bagi mereka.. dan jika semua menyalakan lampu hazard ini maka semua jadi silau (ingat prinsip lampu berkedip lebih menyilaukan daripada lampu yang menyala terus/ tidak berkedip).
3. Hal yang juga menyilaukan adalah memakai lampu sorot (jarak jauh), nah ini sangat dilarang saat hujan, daripada memakai lampu sorot lebih baik gunakan lampu kabut (foglamp) yangmana lampu ini memang diciptakan khusus untuk melewati jalanan dengan cuaca ekstrim (kabut dan hujan deras). Lampu kabut ini juga cukup bersahabat bagi pengemudi lain
4. Kurangi kecepatan; jika kondisi tidak hujan kita bisa melaju di kecepatan 80 km/jam lalu turun hujan maka turunkanlah kecepatan mekjadi 60 atau 50 km/jam karena kondisi saat awal turun hujan jalan akan sangat licin (lebih licin dari pertengahan hujan).
5. Jaga jarak dengan kendaraan lain; karena performa pengereman yang berkurang drastis saat hujan maka yang perlu diperhatikan adalah jarak dengan kendaraan di depan kita (perbesar jaraknya/ jangan terlalu mepet)
6. Berkendara lebih lembut; meskipun sudah lambat tetapi tetap harus lebih lembut dalam berkendara, maksudnya lebih lembut ini adalah jangan menginjak pedal rem secara spontan (mendadak), jangan menikung terlalu tajam, jangan menginjak gas dengan cepat (akselerasi cepat).
7. Berhenti saat hujan deras; jika hujan terlalu deras dimana sapuan wiper kita sudah tidak mampu menghilangkan air pada kaca mobil kita (hujan sangat deras), kita tidak bisa melihat keadaan jalan didepan mobil (pandangan sudah tidak jelas) maka lebih baik hentikan mobil, cari tempat yang aman dan datar (cukup minggir) lalu hentikan mobil, tunggu sampai hujan sedikit berkurang dan kita sanggup melihat jalan lagi.
8. Saat banjir; nah saat jalanan banjir (melewati banjir) ini membutuhkan trik-trik tersendiri misalnya bagaimana kita memperkirakan ketinggian air dari trotoar, memperkirakan ketinggian air dari ban mobil di depan kita, memakai gigi 1, bertahan di RPM 2000 an dan trik-trik lain. baca di: Tips mengemudi mobil saat banjir