Mesin Mobil Bergetar atau Asap Putih

www.mobilku.org - Permasalahan pada mesin mobil sering terjadi adalah penurunan performa mesin seperti tenaga/ akselerasi, getaran mesin yang lebih besar, sampai munculnya asap putih pada knalpot mobil. Kali ini kita akan membahas mengenai cara mengidentifikasi kerusakan mesin melalui gejala dan sedikit pemeriksaan.
Hal yang kerap terjadi pada mesin mobil adalah mesin pincang dan asap putih, mesin pincang disini berarti
ada ketidakseimbangan pada ruang bakar (silinder) dalam mesin mobil yang mana biasanya mobil memiliki 4 atau lebih silinder, jika 1 dari 4 silinder tersebut bermasalah bisa dikatakan mesin pincang. Mesin pincang ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti busi mati, injektor buntu, tekanan kompresi yang lebih lemah pada salah satu silinder.
Sedangkan keluarnya asap putih pada bagian knalpot mobil disebabkan oleh ausnya komponen ring piston atau seal klep, ausnya ring piston atau seal klep akan menyebabkan merembesnya oli dari mesin mesin ke ruang bakar sehingga oli ikut terbakar, dan hasil dari pembakaran oli tersebut adalah asap putih yang keluar melalui knalpot mobil.
Keluarnya asap putih maupun kondisi mesin mobil yang pincang biasanya membuat kompresi pada ruang bakar (silinder) mobil berkurang, jika kompresi berkurang maka pembakaran bahan bakar menjadi tidak efektif, tenaga berkurang dan boros bahan bakar. Untuk mengetahui dimana letak kerusakan atau permasalahan pada mesin, kita akan melakukan identifikasi pada kompresi.
Berikut yang mempengaruhi turunnya kompresi mesin :
* Gasket Cylinder Head bocor atau terbakar
* Cylinder Block retak
* Piston retak atau berlubang
* Seal Klep bocor
* Cylinder Head Block retak atau melengkung
* Klep bocor
* Ring Piston aus atau bocor
Untuk mengetahui silinder yang mana yang mengalami kebocoran tekanan (penurunan kompresi) bisa menggunakan alat ukur kompresi yakni Compression Tester, sebagai catatan tekanan untuk mobil diesel dan bensin berbeda yang mana kompresi mobil diesel jauh lebih besar daripada mesin bensin, berikut prinsipnya:
- Mobil bensin idealnya memiliki tekanan ruang bakar (kompresi) antara 140 Psi hingga 220 Psi (9,5 Bar hingga 15 Bar)
- Mobil mesin diesel idealnya memiliki kompresi ruang bakar 600 Psi atau 42 Bar
- Mobil bensin dikatakan kompresinya kurang jika memiliki tekanan (kompresi) kurang dari 100 Psi atau 7 Bar
- Selisih tekanan pada masing-masing silinder dikatakan cukup baik jika pada masing-masing silinder terpaut tekanan tidak lebih dari 7,2 Psi atau 0,5 Bar
Jika pecinta otomotif ingin memeriksa berapa tekanan pada ruang bakar mobil diesel hendaknya memilih alat tester yang memiliki range cukup sesar yakni sampai 1000 Psi atau 70 Bar, mengingat karakteristik mobil diesel adalah memanfaatkan tekanan tinggi untuk membakar solar.
Cara Mengukur Tekanan pada ruang bakar (kompresi mesin):
1. a. Matikan sistem kelistrikan: matikan kelistrikan yang menuju aki, biasanya dengan cara mencabut ecu relay atau sekring ecu. Tujuannya adalah injektor tidak menyemburkan bensin
b. Matikan sistem kelistrikan yang menuju Ignition Coil, biasanya mencabut socket ignition coil agar coil tidak bekerja
2. Lepaskan semua busi mobil
3. Pasanglah alat pengukur tekanan (Compression Tester), pasang ujung slang compression tester pada lubang busi, mulailah pada silinder no 1
4. Starter mobil kira-kira 3-5 langkah putaran, compression tester akan menunjukkan berapa tekanan pada silinder tersebut (ukur dan catat)
5. lakukan langkah no 1 sampai 4 di atas pada silinder lain sehingga didapatkan seluruh tekanan pada silinder.
Analogi: Silinder 1 didapatkan angka 11 Bar, Silinder 2 adalah 10.9 Bar, Silinder 3 adalah 11.2, dan Silinder 4 adalah 9 bar.
Dari analogi di atas bisa diketahui bahwa pada silinder ke 4 sedang terjadi masalah penurunan kompresi, jika sudah diketahui yang no 4 yang bermasalah maka lakukan tindakan lebih lanjut pada no 4 dengan cara memasukkan 1 sampai 2 sendok teh (bukan sendok makan) pada lubang busi silinder yang mengalami penurunan kompresi (no 4).
Setelah di beri oli lakukan pengecekan dengan perlakuan seperti cara mengukur tekanan pada langkah ke 3 dan 4. Setelah dilakukan langkah 3 dan 4 maka didapatkan:
* Jika setelah ditambahkan oli ternyata kompresi lebih besar dari sebelum ditambahkan oli maka permasalahan pada Ring Piston aus atau Dinding Silinder rusak
* Jika setelah ditambahkan oli kompresi tidak bertambah, maka kerusakan ada pada satu atau beberapa komponen seperti: Piston berlubang, Cylinder Head Block melengkung, klep dan seal klep, Gasked Cylinder Head.
Cara di atas akan membantu mengetahui bagian mana yang rusak dalam mesin mobil sehingga dapat menghemat waktu dan biaya jika kita mengetahui letak permasalahan secara spesifik.
Di bawah ini adalah alat ukur kompresi, harganya bervariasi mulai dari yang murah 150 ribu sampai ada yang bagus kira-kira 700 ribuan, ada baiknya pecinta otomotif membeli compression tester yang memiliki slang agar mudah memasukkan ke dalam lubang busi, dan juga membeli alat ukur kompresi yang memiliki range cukup besar antara 0 sampai 1000 Psi